Atap Tempat Les di Pakistan Ambruk, 14 Anak Tewas

Sejumlah orang telah diamankan, sementara pihak berwenang membuka penyelidikan untuk mengungkap penyebab insiden tersebut.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 01 Juli 2026, 09:00 WIB
Petugas penyelamat mencari korban di antara reruntuhan bangunan yang ambruk di Lahore, Pakistan. (Dok. AP)

Liputan6.com, Islamabad - Sedikitnya 14 anak tewas dan lima lainnya terluka setelah atap sebuah tempat bimbingan belajar (les) di Kota Lahore, Pakistan bagian timur, ambruk pada Selasa (30/6).

Seorang saksi mata mengatakan kepada AFP, para pekerja saat itu sedang memperbaiki ubin di bangunan yang sudah tua dan rapuh ketika atap tiba-tiba runtuh, lalu menimpa anak-anak yang sedang belajar.

"Atap yang runtuh di Basti Eid Gah, Kahna Nau, mengakibatkan 14 anak meninggal dunia, sementara lima lainnya mengalami luka-luka," ujar juru bicara layanan ambulans Edhi, merujuk pada kawasan di selatan Lahore, kota terbesar kedua di Pakistan yang berada di Provinsi Punjab.

Komisioner Lahore Marryam Khan mengonfirmasi jumlah korban tewas tersebut. Ia mengatakan seorang guru turut mengalami luka-luka.

Stasiun televisi Geo News menayangkan rekaman petugas penyelamat bersama warga yang menggali tanah dan puing-puing menggunakan sekop maupun tangan mereka di bangunan yang sebagian telah runtuh.

Seorang pria berusia 45 tahun bernama Zaheer mengatakan kepada AFP bahwa keponakannya termasuk di antara korban tewas.

"Kondisi atapnya memang sudah buruk," katanya, seraya mengungkapkan bahwa perbaikan ubin tetap dilakukan ketika anak-anak sedang mengikuti kegiatan belajar.

"Tiba-tiba atap itu ambruk dan menimpa banyak anak. Beban di atas atap terlalu berat dan itulah yang menyebabkan kejadian ini."

Pihak berwenang berjanji akan mengusut penyebab insiden tersebut. Kepolisian Provinsi Punjab juga menyatakan melalui X bahwa dua orang telah diamankan terkait peristiwa itu.

Sumber medis menyebutkan anak-anak yang meninggal dunia dalam insiden tersebut berusia antara sekitar empat hingga 12 tahun.

Sorotan soal Standar Keselamatan

Polisi mengatakan mereka tengah mengumpulkan barang bukti di lokasi kejadian. 

Dalam pernyataannya, Komisioner Lahore Marryam Khan menegaskan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut akan diungkap melalui penyelidikan yang transparan, tidak memihak, dan dilakukan secepatnya.

Sementara itu, berdasarkan pernyataan menteri pendidikan Punjab, tempat bimbingan belajar tersebut beroperasi di sebuah rumah milik seorang guru yang mengajar anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif turut menyampaikan belasungkawa. Dalam pernyataan yang dirilis kantornya, ia mengatakan "mendoakan agar para korban luka segera pulih dan menginstruksikan pihak berwenang untuk memberikan seluruh bantuan medis yang diperlukan."

Insiden runtuhnya atap maupun bangunan kerap terjadi di Pakistan. Kondisi itu terutama dipicu oleh rendahnya standar keselamatan serta penggunaan material bangunan yang berkualitas buruk di negara Asia Selatan yang berpenduduk lebih dari 240 juta jiwa tersebut.

Pada Juli tahun lalu, sebanyak 27 orang tewas dan 10 lainnya terluka setelah sebuah bangunan lima lantai ambruk di kawasan miskin Lyari, Kota Karachi, Pakistan selatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya