Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada awal sesi perdagangan saham, Selasa (30/6/2026). Pergerakan IHSG hari ini terpantau berlawanan dengan mayoritas bursa saham Asia.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka turun ke posisi 5.801,45 dari penutupan perdagangan sebelumnya di angka 5.820,79.
Advertisement
Pada pukul 09.03 WIB, IHSG mengalami tekanan lebih dalam dengan melemah 0,86% ke level 5.767,61. Berlanjut pada pukul 09.07 WIB, IHSG masih berada di zona merah dengan koreksi mencapai 1,41% ke level 5.735,99.
Kondisi serupa terjadi pada indeks saham LQ45 yang ikut tergelincir 1,40% ke level 564. Saat ini, seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.811,66 dan level terendah di 5.750,33. Sebanyak 318 saham melemah sehingga membebani pergerakan indeks. Sementara itu, 140 saham menguat dan 167 saham lainnya stagnan atau diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 99.317 kali dengan volume perdagangan mencapai 1,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham berada di angka Rp 1,1 triliun. Di sisi lain, posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berada di kisaran Rp 17.865.
Seluruh sektor saham mengalami tekanan pada pagi ini. Sektor yang turun paling dalam adalah sektor bahan baku (basic) sebesar 2,79%, disusul oleh sektor infrastruktur yang melemah 2,31%. Sementara itu, sektor industri turun 2,14% dan sektor energi melemah 2,06%.
Untuk bursa Asia pada perdagangan selasa ini indeks Nikkei 225 Jepang melonjak lebih dari 1,41%, sedangkan Topix menguat 0,88%.
Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 1,17%, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq justru melemah 0,88%. Adapun indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, bergerak relatif datar.
IHSG Diprediksi Lesu
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (30/6/2026). IHSG hari ini akan menguji area 5.723-5.784. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG melanjutkan koreksi 1,28% ke 5.830, dan masih didominasi oleh tekanan jual pada perdagangan Senin, 29 Juni 2026. Pergerakan IHSG pun masih berada di bawah moving average (MA) 20 harian.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv]. “Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.723-5.784. Adapun penguatan IHSG dalam jangka pendek kami perkirakan untuk menguji 5.837-5.845,” kata dia.
Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.784,5.594 dan level resistance 6.286,6.459 pada perdagangan Selasa pekan ini.
Sementara itu, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman menuturkan, IHSG berpotensi menguat ke 5.850-5.870. Ia mengatakan, IHSG akan bergerak di level support 5.750-5.800 dan level resistance 5.850-5.870.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS), PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA).
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) - Buy on Weakness
Saham BRIS terkoreksi 1,45% ke 1.705 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi BRIS sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] dari wave 5,” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 1.485-1.630
Target Price: 1.865, 1.980
Stoploss: below 1.455
2.PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) - Buy on Weakness
Saham IMPC menguat 0,36% ke 1.375 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi IMPC saat ini berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C) dari wave [A],” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 980-1.160
Target Price: 1.735, 2.200
Stoploss: below 905
3.PT Indika Energy Tbk (INDY) - Buy on Weakness
Saham INDY menguat 2,71% ke 1.895 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Herditya menuturkan, saat ini, posisi INDY berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C).
Buy on Weakness: 1.650-1.795
Target Price: 2.290, 2.690
Stoploss: below 1.560
4.PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) - Trading Buy
SUPA menguat 5,83% ke 545 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi SUPA sedang berada pada bagian dari awal wave (A),” kata Herditya.
Trading Buy: 520-540
Target Price: 610, 685
Stoploss: below 494