Liputan6.com, Teheran - Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain sebagai balasan atas serangan udara AS terhadap wilayah Iran.
Dalam pernyataannya pada Minggu (28/6/2026), IRGC menyebut serangan menyasar delapan fasilitas militer penting di Pangkalan Udara Ali al-Salem di Kuwait serta pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di Pelabuhan Salman, Bahrain.
Advertisement
"Garda Revolusi menghancurkan delapan fasilitas militer AS yang penting di pangkalan Ali al-Salem di Kuwait dan di pangkalan angkatan laut Armada Kelima di Pelabuhan Salman di Bahrain," demikian pernyataan IRGC, dikutip dari laman AP News, Minggu (28/6).
Iran juga memperingatkan bahwa setiap bentuk agresi lanjutan akan dibalas dengan serangan yang lebih besar.
"Setiap agresi musuh, apa pun dalihnya, bahkan terhadap target yang tidak signifikan, akan dibalas dengan menghancurkan," lanjut pernyataan tersebut.
Serangan itu terjadi ketika Iran dan Amerika Serikat saling menuduh telah melanggar nota kesepahaman gencatan senjata yang dicapai pada pertengahan Juni melalui mediasi Pakistan.
Kesepakatan tersebut bertujuan mengakhiri perang secara permanen. Dalam dokumen yang ditandatangani kedua negara disebutkan bahwa Amerika Serikat dan Iran, beserta sekutu masing-masing, sepakat tidak akan memulai perang maupun operasi militer terhadap satu sama lain serta menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekerasan.
Namun pada Sabtu (27/6), militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara ke Iran untuk hari kedua berturut-turut. Washington menyatakan operasi tersebut merupakan respons atas serangan Iran terhadap sebuah kapal tanker di Selat Hormuz.