PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji, untuk mengatasi kendala cuaca ekstrim yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Ali Mundakir mengatakan, cuaca yang tidak menentu tidak hanya berdampak di darat karena curah hujan yang tinggi. Akan tetapi juga berdampak pada transportasi laut akibat tingginya gelombang disertai angin.
"Situasi perairan yang membahayakan transportasi laut, membuat sejumlah otoritas pelabuhan dan Kantor Kesyahbandaran mengeluarkan larangan berlayar bagi setiap kapal di beberapa pelabuhan. Hal tersebut akan berdampak pada pendistribusian BBM dan elpiji di seluruh wilayah Indonesia," kata Ali, dalam laporan tertulisnya, di Jakarta, Senin (20/1/2013).
Meskipun demikian, Pertamina tetap berupaya mendistribusikan BBM ke berbagai wilayah di tanah air, dengan berbagai langkah antisipasi agar ketersediaan BBM di berbagai titik bisa dipenuhi.
Beberapa langkah antisipasi telah dilakukan, seperti pengalihan jalur Kapal MT Martha yang seharusnya sandar di STS Tanjung Uban, diarahkan ke Medan, Sumatra Utara untuk selanjutnya muatan diangkut ke Tanjung Uban melalui darat.
Selain itu, pengalihan distribusi BBM dari beberapa terminal ke terminal alternatif, seperti dari Terminal BBM Kertapati dan Terminal BBM Lubuk Linggau untuk menyalurkan BBM ke Terminal BBM Jambi, alih suplai dari Terminal BBM Kupang ke Terminal BBM Atapupu melalui jalur darat.
Ali menyatakan, Pertamina akan mengupayakan secara maksimal pendistribusian BBM dalam kondisi cuaca ekstrim.
“Kami terus memantau jalur pendistribusian laut, sehingga apabila terjadi perubahan kebijakan otoritas pelabuhan yang terjadi kapan pun, Pertamina bisa mengalihkan jalur pendistribusian baik mengalihkan ke pelabuhan terdekat yang lebih aman, atau melalui jalur darat agar kendala distribusi bisa diminimalisir," tuturnya.
Menurut Ali, Semua kapal Pertamina sudah siap dengan muatan, tetapi untuk alasan keamanan dan keselamatan harus menunggu izin berlayar sesuai kondisi cuaca. (Pew/Ahm)
Baca juga:
Pertamina Jamin Pasokan BBM dan Elpiji Aman Selama Banjir
Harga BBM Naik, Konsumsi Turun ke Level Terendah dalam 8 Tahun
Stok BBM RI Paling Rendah di Asia
Vice President Corporate Communication PT Pertamina, Ali Mundakir mengatakan, cuaca yang tidak menentu tidak hanya berdampak di darat karena curah hujan yang tinggi. Akan tetapi juga berdampak pada transportasi laut akibat tingginya gelombang disertai angin.
"Situasi perairan yang membahayakan transportasi laut, membuat sejumlah otoritas pelabuhan dan Kantor Kesyahbandaran mengeluarkan larangan berlayar bagi setiap kapal di beberapa pelabuhan. Hal tersebut akan berdampak pada pendistribusian BBM dan elpiji di seluruh wilayah Indonesia," kata Ali, dalam laporan tertulisnya, di Jakarta, Senin (20/1/2013).
Meskipun demikian, Pertamina tetap berupaya mendistribusikan BBM ke berbagai wilayah di tanah air, dengan berbagai langkah antisipasi agar ketersediaan BBM di berbagai titik bisa dipenuhi.
Beberapa langkah antisipasi telah dilakukan, seperti pengalihan jalur Kapal MT Martha yang seharusnya sandar di STS Tanjung Uban, diarahkan ke Medan, Sumatra Utara untuk selanjutnya muatan diangkut ke Tanjung Uban melalui darat.
Selain itu, pengalihan distribusi BBM dari beberapa terminal ke terminal alternatif, seperti dari Terminal BBM Kertapati dan Terminal BBM Lubuk Linggau untuk menyalurkan BBM ke Terminal BBM Jambi, alih suplai dari Terminal BBM Kupang ke Terminal BBM Atapupu melalui jalur darat.
Ali menyatakan, Pertamina akan mengupayakan secara maksimal pendistribusian BBM dalam kondisi cuaca ekstrim.
“Kami terus memantau jalur pendistribusian laut, sehingga apabila terjadi perubahan kebijakan otoritas pelabuhan yang terjadi kapan pun, Pertamina bisa mengalihkan jalur pendistribusian baik mengalihkan ke pelabuhan terdekat yang lebih aman, atau melalui jalur darat agar kendala distribusi bisa diminimalisir," tuturnya.
Menurut Ali, Semua kapal Pertamina sudah siap dengan muatan, tetapi untuk alasan keamanan dan keselamatan harus menunggu izin berlayar sesuai kondisi cuaca. (Pew/Ahm)
Baca juga:
Pertamina Jamin Pasokan BBM dan Elpiji Aman Selama Banjir
Harga BBM Naik, Konsumsi Turun ke Level Terendah dalam 8 Tahun
Stok BBM RI Paling Rendah di Asia