Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) mengaku tidak pernah mempermasalahkan jika partainya diejek menjadi Partai Artis Nasional. Ia menegaskan partainya tidak membeda-bedakan siapa pun yang ingin mengabdi.
"Partai PAN itu kadang-kadang dipelesetkan Partai Artis Nasional, ya. Nah, kami tidak membeda-bedakan siapapun yang cinta terhadap bangsa kita, cinta tanah air, bergabung sama kita, apalagi artis," kata Zulhas usai pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Advertisement
Zulhas menilai politikus yang berasal dari kalangan artis juga memiliki talenta dan kompetensi.
"Artis itu punya talenta-talenta yang luar biasa, cerdas-cerdas, ya, seperti Eko Patrio, Uya Kuya, gitu. Tadi kan teman-teman lihat betapa mereka kreatif, kerjanya sangat produktif, cerdas-cerdas," kata Zulhas.
Zulhas mencontohkan latar belakang pendidikan Ketua DPW PAN DKI Jakarta yang baru, Surya Utama atau Uya Kuya.
"Dan Uya Kuya itu lulusan UI, jurusan apa, FISIP UI. Studinya memang politik, gitu," ujar dia.
Singgung Sosok Eko Patrio
Zulhas juga mencontohkan Eko Patrio saat memimpin DPW PAN Jakarta. Meski sempat dipandang sebelah mata, namun Eko mampu membuktikan kinerjanya.
"Jadi, kinerja Ketua PAN dulu Eko Patrio dari dua jadi 10. Yang dulu ditertawakan, 'Oh, kok jadi ketua partai?', gitu ya kan? Tapi dari dua jadi 10. RI-nya 3, jadi 3," jelas Zulhas.
"Begitu juga Uya, tadi lihat acaranya luar biasa. Saya kira begitu," pungkas Zulhas.