Liputan6.com, Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) berharap para aparatur sipil negara (ASN) mulai mempersiapkan masa pensiun sejak awal karier masuk sebagai abdi negara. Dengan memanfaatkan berbagai program perencanaan keuangan yang kini semakin mudah diakses.
Hal ini ditegaskan Kepala BKN, Zudan yang menekankan pembangunan sumber daya manusia aparatur tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kompetensi dan kinerja selama masa kerja, tetapi juga mencakup kesiapan ASN menghadapi masa pensiun dengan kondisi finansial yang sehat dan mandiri.
Advertisement
“ASN harus mulai memikirkan masa depan sejak hari ini. Ketika memasuki masa pensiun, ASN diharapkan tetap produktif, mandiri, dan memiliki ketahanan finansial yang baik. Karena itu, literasi keuangan menjadi bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia aparatur,” ujar dia dikutip Jumat (26/6/2026).
Menurut dia, saat ini ASN memiliki akses yang semakin luas terhadap berbagai instrumen perencanaan keuangan dan program perlindungan hari tua.
Kemudahan tersebut menjadi peluang bagi ASN untuk menyusun strategi keuangan jangka panjang sesuai kebutuhan dan target kesejahteraan masing-masing.
Sebagai contoh, sejumlah pilihan program TASPEN yang dapat dimanfaatkan ASN untuk mengoptimalkan manfaat hari tua melalui perencanaan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Dengan komitmen menabung dan berinvestasi secara disiplin, manfaat yang diterima saat pensiun dapat berkembang secara signifikan sesuai dengan skema yang dipilih peserta.
Zudan menilai kesadaran ASN terhadap pentingnya pengelolaan keuangan pribadi sebagai bagian dari perencanaan karier dan kehidupan sangat perlu.
Bukan Hanya Abdi Negara
Menurutnya, kesejahteraan ASN perlu dipandang secara menyeluruh, mulai dari masa aktif hingga memasuki masa purnatugas.
“Menjadi ASN bukan hanya tentang mengabdi kepada negara hari ini, tetapi juga memastikan kualitas hidup yang baik di masa depan. Semakin dini perencanaan dilakukan, semakin besar peluang untuk mencapai masa pensiun yang aman, tenang, dan sejahtera,” tambahnya.
Dikatakan BKN terus memperluas akses informasi yang bermanfaat bagi ASN, termasuk mengenai pengelolaan keuangan dan perencanaan masa pensiun.
BKN akan terus mendukung terwujudnya ASN yang profesional, berkinerja tinggi, dan memiliki kesejahteraan yang berkelanjutan hingga masa pensiun.