Kim Jong-un Eksekusi Mati Paman Karena `Brigade Kenikmatan`?

Koki keluarga Kim Jong-il mengungkap, alasan utama kenapa Kim Jong-un mengeksekusi Jang sang paman.

oleh RizDiterbitkan 15 Januari 2014, 11:58 WIB

Pemimpin muda Korea Utara (Korut) Kim Jong-un baru-baru ini bikin geger dunia karena tindakannya yang mengeksekusi mati pamannya sendiri, Jang Song Thaek. Cara eksekusinya pun dikabarkan sadis, yakni melemparkan Jang ke kandang yang berisi sekitar 200 anjing lapar. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Korut.

Kini pengakuan terbaru muncul dari koki keluarga Kim Jong-il, ayah Kim Jong-un, Kenji Fujimoto. Dia mengungkap, alasan utama  Kim Jong-un mengeksekusi Jang, sang paman. Kata dia, Kim Jong-un marah besar kepada Jang. Sebab semasa ayahnya, Kim Jong-il, hidup dan memimpin Korut, Jang menyediakan 'brigade kenikmatan' untuk sang ayah.

Seperti dimuat Telegraph, Rabu (15/1/2014), Kenji yang bekerja untuk keluarga Pemimpin Korut mulai tahun 1989 sampai 2001, mengatakan, ketika itu, Jang mendapat tugas dari Kim Jong-il untuk merekrut sejumlah gadis berusia 15 tahun untuk melayani Sang Diktator.

"Pak Jang juga sering menyalahgunakan posisinya untuk memburu wanita, Itulah kenapa ia dieksekusi pada 12 Desember 2013," ujar Kenji kepada NK News.

Kim Jong-un muak dengan ulah tak bermoral ayahnya, Kim Jong-il yang menyuruh Jang -- sang paman yang menikahi bibi Kim Jong Un, Kim Kyong Hui -- mencari gadis. "Ini yang mendasari ia menghukum pamannya karena menyalahgunakan posisi," katanya.

Masih kata Kenji, upaya eksekusi mati Kim Jong-un juga merupakan cara Sang Pemimpin Muda untuk menegaskan bahwa dirinya berbeda dengan ayahnya, Kim Jong-il. Hal serupa juga pernah dilakukan kakek Kim Jong-un, Kim Il-sung.

"Kim Jong Un sangat membenci hal semacam itu. Kakeknya Kim Il-sung melakukan hal yang sama. Ayahnya juga memiliki sejarah selalu terlibat dengan wanita. Jadi, ia ingin membuktikan bahwa dia berbeda dan bahwa ia akan memberantas praktik-praktik tersebut," jelas Kenji.

Dalam laporan sebelumnya, Jong-un melucuti semua jabatan Jang dan mengeluarkannya dari elite pimpinan Partai Buruh. Jang dituduh melakukan tindakan kriminal termasuk kesalahan dalam mengatur sistem finansial negara, suka main perempuan, dan terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Tak hanya itu, Jang juga disebut-sebut dihukum mati karena mendukung upaya reformasi ekonomi bergaya China di Korut.

Pengakuan Kenji lainnya adalah soal makanan favorit Kim Jong-il. Ayah Kim Jong-un itu sangat menyukai makanan olahan ikan segar mentah anggur Prancis yang mahal, dan brendi. Dalam suatu kesempatan, ia mengaku pernah dikirim ke China untuk membeli burger McDonald.

Bekerja untuk Pemimpin Korut pada 1989, Kenji kemudian melarikan diri dari Korea Utara pada 2001. Namun ia diundang kembali ke Korut pada 2012. Hingga kini istri dan putri Kenji masih tinggal di Pyongyang. (Riz/Yus)

Baca juga:

Eksekusi Mati, Kim Jong-un Lempar Paman ke Kandang Anjing Lapar?Diplomasi `Teletubbies` Inggris ke Korut yang Menutup DiriPria Terkotor Sedunia, Tak Pernah Mandi 60 Tahun

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya