Harga Perak Antam Hari Ini Stabil di Rp 43.150

Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) stabil di tengah harga perak dunia yang melemah sambut akhir pekan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 20 Juni 2026, 13:54 WIB
Harga perak stabil pada akhir pekan ini. (Ilustrasi perak-silver by AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) stabil pada Sabtu, (20/6/2026). Harga perak Antam hari ini stagnan di tengah harga emas Antam turun.

Mengutip laman logammulia.com, harga perak Antam hari ini stabil di Rp 43.150. Angka ini sama seperti Jumat di posisi Rp 43.150.

Antam menawarkan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%.  Harga perak batangan 250 gram dibanderol Rp 11.312.500 dan 500 gram ditetapkan di Rp 21.700.000.

Sementara itu, mengutip tradingeconomics.com, harga perak dunia pada Jumat, 19 Juni 2026 turun 1,15% menjadi US$ 64,90.

Harga perak turun di bawah US$ 65 per ons pada Jumat, level terendah sejak 11 Juni, dan berada di jalur untuk mengalami penurunan mingguan sekitar 4,5%.

Tekanan terhadap harga perak dunia seiring dolar Amerika Serikat (AS)  yang lebih kuat dan ekspektasi kenaikan suku bunga meredam permintaan logam mulia. Dolar AS naik ke level tertinggi satu tahun setelah the Federal Reserve (the Fed) mempertahankan suku bunga  tetapi menunjukkan sikap yang agresif.

Sembilan dari 19 pembuat kebijakan Fed sekarang memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga akhir tahun ini, sementara pasar memperkirakan sekitar 70% kemungkinan kenaikan pada September.

Suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama cenderung mengurangi daya tarik aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti perak sekaligus mendukung dolar AS. Ketidakpastian geopolitik juga tetap tinggi setelah Swiss mengumumkan, pembicaraan AS-Iran yang direncanakan untuk mengakhiri konflik Timur Tengah tidak akan berlangsung pada Jumat. Hal itu mengaburkan prospek kesepakatan perdamaian.

Harga Emas Dunia

Seorang karyawan memegang beberapa perhiasan emas di sebuah toko perhiasan di Banda Aceh. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Sebelumnya, harga emas dunia melemah pada Jumat, 19 Juni 2026 (Sabtu waktu Jakarta). Koreksi harga emas itu membawa pergerakan logam mulia kuning ini berada di jalur penurunan dalam tiga minggu berturut-turut. Tekanan terhadap harga emas didorong dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dan sinyal hawkish dari the Federal Reserve (the Fed).

Mengutip CNBC, Sabtu (20/6/2026), harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 4.184,33 per ons, pada pukul 02.11 GMT. Emas itu turun 0,9% selama sepekan. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus melemah 15 menjadi US$ 4.202,10.

Harga perak spot turun 1,5% menjadi US$ 64,83 per ons. Platinum susut 1,3% menjadi US$ 1.674,47, dan paladium melemah 0,8% menjadi US$ 1.268,65.

Sementara itu, pasar di China dan Hong Kong libur merayakan Festival Perahu Naga.

Di sisi lain, dolar AS berada di level tertinggi dalam satu tahun, membuat emas batangan yang diharga dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Reli emas yang didorong kesepakatan perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran terbukti berumur pendek. Dolar yang kembali menguat, didukung oleh nada hawkish baru the Fed di bawah Kevin Warsh telah mencuri perhatian,” ujar Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer.

 

Sentimen Harga Emas Lainnya

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Sembilan dari 19 pembuat kebijakan bank sentral AS kini percaya mereka perlu menaikkan suku bunga kebijakan tahun ini, menurut proyeksi yang diterbitkan pada Rabu. Hal ini setelah the Fed mengumumkan keputusannya untuk mempertahankan suku bunga kebijakan tidak berubah dalam pertemuan kebijakan perdana Kevin Warsh sebagai ketua.

Tekanan inflasi yang berasal dari perang Iran telah mendorong semakin banyak bank sentral untuk menaikkan biaya pinjaman atau memberi sinyal langkah-langkah untuk mengendalikan pertumbuhan harga.

Pelaku pasar kini melihat peluang 87% kenaikan suku bunga AS pada Desember, melonjak dari 61% sebelum keputusan Fed, menurut CME FedWatch Tool. Emas cenderung kehilangan daya tariknya ketika suku bunga tinggi, karena tidak menghasilkan bunga.

Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan naik menjadi US$ 4.900 per ons pada Desember, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar US$ 5.400. Hal ini karena bank tersebut tidak lagi memperkirakan penurunan suku bunga Fed tahun ini.

Di geopolitik, kapal tanker minyak berlayar melalui Selat Hormuz dan AS mengatakan telah mencabut blokade terhadap Iran pada Kamis.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya