Kumpulan Bacaan Malam 10 Muharram dan Panduannya

Umat Islam perlu mengetahui bacaan malam 10 Muharram sebagai ikhtiar meraih rahmat dan ampunan Allah SWT di malam istimewa tersebut

oleh Nanik RatnawatiDiterbitkan 19 Juni 2026, 17:00 WIB
Ilustrasi Khutbah Bulan Ramadhan/Photo by Masjid Pogung Raya on Unsplash

Liputan6.com, Jakarta - Panduan bacaan malam 10 Muharram penting diketahui oleh umat Islam menjelang datangnya hari Asyura yang penuh kemuliaan. Menghidupkan malam pergantian hari menuju tanggal yang bersejarah ini merupakan tradisi spiritual demi meraih ampunan Ilahi.

Ibadah lisan berupa dzikir dan juga doa pada waktu tersebut memiliki landasan historis yang kuat. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 37, "Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya."

Al-Hafizh Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab Latha'if al-Ma'arif menjelaskan Asyura merupakan momentum istimewa turunnya rahmat dan ampunnan. Beliau menegaskan pentingnya memperbanyak istighfar serta kalimat thayyibah untuk meneladani taubat utusan Allah.

Mmeluangkan waktu sejenak di keheningan malam untuk bermunajat menjadi ikhtiar untuk memperoleh rahmat dan ampunan Allah SWT. Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah bacaan malam 10 Muharram teks Arab, Latin dan artinya.

1. Bacaan Doa Asyura

Doa pertama ini termaktub dalam kitab Kanzun Najah wa Surur karya Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus. Doa ini merupakan salah satu amalan yang dianjurkan untuk dibaca pada malam 10 Muharram.

Bacaan Arab: بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ, لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّاَ إِلَيْهِ, سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَآمَّاتِ كُلِّهَا, نَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ كُلَّهَا بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلّاَ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَهُوَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, نِعمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Bacaan Latin: Bismillahirrahmanirrahīm. Washallallāh ala sayyidinā Muhammadin wa 'ala ālihi wa shahbihi wa sallam. Subhānallahi milal mīzāni wa munthal ilmi wa mablaghar ridhā wa zinatal arsy, lā maljaa wa lā manja minallāhi illā ilaihi, subhānallāhi adadas syafi wal watri wa adada kalimātillāhit tāmmāti kullihā, nasalukas salāmata kullihā birahmatika yā arhamar rāhimīn, wa lā hawla wa lā quwwata illa billāhil aliyyil adzīm. Wa huwa hasbunā wa ni'mal wakīl, ni'ma al-mawlā wa ni'ma an-nashīr. Wa shallallāh alā nabiyyinā khairi khalqihi sayyidinā muhammadin wa 'ala ālihi wa shahbihi wa sallam.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya. Maha Suci Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, dan sebesar timbangan 'Arsy. Tiada tempat berlindung dan tiada tempat menyelamatkan diri dari Allah kecuali kepada-Nya. Maha Suci Allah sejumlah bilangan genap dan ganjil, dan sejumlah kalimat-kalimat Allah yang sempurna seluruhnya. Kami memohon keselamatan sepenuhnya dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih di antara para pengasih. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Cukuplah Allah bagi kami, dan Dialah sebaik-baik wakil, sebaik-baik pelindung, dan sebaik-baik penolong. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam kepada Nabi kami, sebaik-baik makhluk-Nya, junjungan kami Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya."

2. Doa Dzikir "Hasbunallah wa Ni'mal Wakil"

Dzikir ini sangat singkat dan mudah dihafal, namun memiliki makna yang dalam. Doa ini dianjurkan untuk dibaca sebanyak 70 kali pada malam 10 Muharram.

Bacaan Arab: حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ، نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

Bacaan Latin: Hasbunallāhu wa ni’mal wakîl, ni’mal maulâ wa ni’man nashîr.

Artinya: "Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami, dan Dia adalah sebaik-baik pelindung dan penolong."

3. Rangkaian Dzikir Tasbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir

Pada malam 10 Muharram, dianjurkan juga untuk membaca rangkaian dzikir berikut ini dengan pola yang sama.

1. Bacaan Tasbih (سُبْحَانَ اللهِ)

Arab: سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ

Latin: Subhânallâhi mil-al mîzani wa muntahal 'ilmi wa mablaghar ridlâ wa adadan ni'ami wa zinatal 'arsyi.

Artinya: "Mahasuci Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, sejumlah nikmat-nikmat, dan sebesar timbangan 'Arsy."

2. Bacaan Tahmid (وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ)

Arab: وَالْحَمْدُ ِللّٰهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ

Latin: Walhamdulillâhi mil-al mizani wa muntahal 'ilmi wa mablaghar ridlâ wa adadan ni'ami wa zinatal 'arsyi.

Artinya: "Segala puji bagi Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, sejumlah nikmat-nikmat, dan sebesar timbangan 'Arsy."

3. Bacaan Tahlil (لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ)

Arab: لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ

Latin: Lailahaillallâhu mil-al mizani wa muntahal 'ilmi wa mablaghar ridlâ wa adadan ni'ami wa zinatal 'arsyi.

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, sejumlah nikmat-nikmat, dan sebesar timbangan 'Arsy."

4. Bacaan Takbir (اَللهُ أَكْبَرُ)

Arab: اَللهُ أَكْبَرُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ

Latin: Allâhu Akbaru mil-al mizani wa muntahal 'ilmi wa mablaghar ridha wa adadan ni'ami wa zinatal 'arsyi.

Artinya: "Allah Mahabesar sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, sejumlah nikmat-nikmat, dan sebesar timbangan 'Arsy."

5. Bacaan "La Haula wa La Quwwata Illa Billah"

Arab: لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ

Latin: Lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhi mil-al mîzani wa muntahal 'ilmi wa mablaghar ridlâ wa adadan ni'ami wa zinatal 'arsyi.

Artinya: "Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, sejumlah nikmat-nikmat, dan sebesar timbangan 'Arsy."

4. Doa Memohon Perlindungan dari Keburukan

Doa ini dianjurkan untuk dibaca pada malam 10 Muharram sebagai bentuk permohonan perlindungan dari keburukan di tahun yang baru.

Bacaan Arab: اللَّهُمَّ إِنَّ هَذِهِ لَيْلَةٌ جَدِيدَةٌ، وَشَهْرٌ جَدِيدٌ، وَسَنَةٌ جَدِيدَةٌ، فَأَعْطِنِي اللَّهُمَّ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا، وَاصْرِفْ عَنِّي شَرَّهَا وَشَرَّ مَا فِيهَا، وَشَرَّ فِتْنَاتِهَا، وَمُحْدَثَاتِهَا، وَشَرَّ النَّفْسِ وَالْهَوَى وَالشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Bacaan Latin: Allahumma inna hadhihi laylatun jadidah, wa syahrun jadid, wa sanatun jadidah, fa’a’thinillahumma khoiroha wa khoiro ma fiha, washrif anni syarraha wa syarra ma fiha, wa syarra fitnataha, wa muhdatsatiha, wa syarran nafsi wal hawa was syaithanir rojim.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya ini adalah malam yang baru, bulan yang baru, dan tahun yang baru. Maka berikanlah kepadaku, ya Allah, kebaikannya dan kebaikan apa yang ada di dalamnya, dan palingkanlah dariku keburukannya dan keburukan apa yang ada di dalamnya, keburukan fitnah-fitnahnya, dan perkara-perkara baru yang muncul di dalamnya, serta keburukan nafsu, hawa nafsu, dan setan yang terkutuk."

5. Bacaan Dzikir "La Haula" dengan Hitungan Genap dan Ganjil

Bacaan Arab: لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ

Bacaan Latin: Lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhi 'adadasy syaf'i wal watri wa 'adada kalimatillâhit tâmmâti

Artinya: "Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sejumlah kalimat-kalimat Allah yang sempurna."

Waktu Membaca Doa Malam 10 Muharram

Doa-doa malam Asyura ini dapat dibaca terhitung sejak memasuki malam 10 Muharram, yaitu setelah terbenamnya matahari pada tanggal 9 Muharram. Waktu yang paling dianjurkan adalah setelah shalat Maghrib.

Para ulama menganjurkan untuk membaca dzikir "Hasbunallah wa Ni'mal Wakil" sebanyak 70 kali, kemudian dilanjutkan dengan membaca doa Asyura dari kitab Kanzun Najah wa Surur sebanyak 7 kali.

Keistimewaan Malam 10 Muharram

Malam 10 Muharram termasuk dalam salah satu waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa ada lima waktu di mana doa tidak akan ditolak, yaitu malam Jumat, malam 10 Muharram, malam Nisfu Syaban, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.

Para ulama juga menyebutkan keutamaan khusus bagi siapa saja yang membaca doa pada malam Asyura. Syekh Sulaiman al-Jamal dalam kitab Hasyiyatul Jamal 'ala Syarhil Manhaj. 

Siapa saja yang membaca doa ini pada Hari Asyura, niscaya tidak mati hatinya pada tahun tersebut. Siapa saja yang selesai ajalnya, Allah tidak mengilhaminya untuk membaca doa tersebut. Doa ini termasuk mujarab (teruji) tanpa keraguan.

Pertanyaan Seputar bacaan malam 10 muharram

Disunnahkan apa saja pada tanggal 10 Muharram?

Dengan demikian dapat kita rangkum amalan 10 Muharram sesuai sunnah yaitu sebagai berikut.

  • Puasa.
  • Sholat.
  • Menyambung tali silaturahmi.
  • Berziarah kepada para ulama.
  • Menjenguk orang yang sedang sakit.
  • Memakai celak mata.
  • Mengusap kepala dan menyantuni anak yatim.
  • Bersedekah.

Apa saja fakta menarik tentang Muharram?

Bulan Muharram sarat dengan makna keagamaan dan sejarah bagi umat Islam. Tidak hanya sebagai bulan yang ditetapkan Allah (SWT) sebagai bulan suci, tetapi juga sebagai bulan pertama dalam kalender Islam, menandai hijrah (emigrasi) umat Islam ke Madinah dan berdirinya negara Islam pertama pada tahun 622 M.

10 Muharram identik dengan apa?

10 Muharram identik dengan Hari Asyura, yang dikenal sebagai hari penuh sejarah dan ibadah dalam Islam.

Apa keistimewaan malam 10 Muharram?

Para ulama sepakat bahwa 10 Muharram adalah salah satu hari paling mulia dalam kalender Islam. Hari ini menjadi momen yang tepat untuk meningkatkan amal ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya