AS-Iran Damai, IHSG Ditutup Melonjak ke 6.254

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal bertahan di 6.300 pada penutupan perdagangan saham, Senin, (16/6/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 15 Juni 2026, 16:27 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Senin, (15/6/2026). Lonjakan IHSG hari ini terjadi di tengah transaksi harian saham mencapai Rp 30 triliun dan nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Analis menilai, lonjakan IHSG didorong sentimen kesepakatan damai antara AS dan Iran.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup naik 4,12% menjadi 6.254,96. Indeks saham LQ45 mendaki 4,56% menjadi 624,68. Seluruh indeks saham acuan menghijau.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.345,79 dan level terendah 6.118,07. Sebanyak 603 saham menguat sehingga angkat IHSG. 125 saham melemah dan 90 saham diam di tempat. Transaksi perdagangan saham cukup ramait pada awal pekan.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menuturkan, kenaikan IHSG didorong sentimen global. Salah satunya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Ada kesepakatan tersebut telah menekan harga minyak dunia sehingga mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi global.

"Lebih dominan global. Bursa saham Asia juga mengapresiasi sehingga terjadi euforia di market karena sudah terjadi benar-benar peace deal antara AS dan Iran sehingga Selat Hormuz dibuka kembali. Itu memicu harga minyak turun empat persen, secara psikologis mengurangi kekhawatiran pasar terhadap inflasi global dan tekanan biaya energi," ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sedangkan sentimen domestik, Nafan menilai, pasar mengapresiasi soal regulasi seperti pembatalan skema gross split di sektor minerba. Ia menilai, hal itu memberikan nafas lega di pasar saham. Selain itu, pelaku pasar juga menanti keputusan Bank Indonesia (BI) mengenai suku bunga acuan. "Antisipasi keputusan BI Rate pekan ini. Stabilitas rupiah dan rupiah menguat memberikan ketenangan psikologis pasar Keuangan di Tanah Air," kata dia.

Total frekuensi perdagangan 3.253.403 kali dengan volume perdagangan saham 54,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 30 triliun. Selain itu, dolar Amerika Serikat (AS) juga lesu terhadap rupiah. Dolar AS berada di kisaran 17.669.

 

Sektor Saham

Papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Dari 11 sektor saham, hanya sektor saham Kesehatan yang lesu. Sektor saham Kesehatan turun 0,67%. Di sisi lain, Sektor saham energi mendaki 2,35%, sektor saham basic melonjak 7,26%, sektor saham industri naik 4,51%.

Di sisi lain, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 2,73%, sektor saham consumer siklikal naik 3,86%. Sektor saham keuangan menanjak 5,23%, sektor saham properti melambung 2,03%. Lalu sektor saham teknologi mendaki 1,7%, sektor saham infrastruktur bertambah 2,93% dan sektor saham transportasi melesat 2,95%.

Gerak Saham

Awal pekan ini, saham ENRG naik 0,36% menjadi Rp 1.395 per saham. Harga saham ENRG dibuka naik menjadi Rp 1.415 per saham dari sebelumnya Rp 1.390 per saham. Saham ENRG berada di level tertinggi Rp 1.520 dan terendah Rp 1.390 per saham. Total frekuensi perdagangan 22.256 kali dengan volume perdagangan saham 1.974.095 saham. Nilai transaksi Rp 292,6 miliar.

Harga saham BNBR mendaki 9,09% menjadi Rp 120 per saham. Harga saham BNBR dibuka naik empat poin menjadi Rp 114 per saham. Saham BNBR berada di level tertinggi Rp 131 dan terendah Rp 114 per saham. Total frekuensi perdagangan 73.988 kali dengan volume perdagangan saham 30.731.160 saham. Nilai transaksi Rp 370,9 miliar.

Harga saham GJTL naik 5% menjadi Rp 1.155 per saham. Harga saham GJTL dibuka stagnan di Rp 1.100 per saham. Saham GJTL berada di level tertinggi Rp 1.180 dan terendah Rp 1.100 per saham. Total frekuensi perdagangan 972 kali dengan volume perdagangan saham 74.552 saham. Nilai transaksi Rp 8,6 miliar.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya