Cara Membuat Tape Singkong agar Tidak Berlendir dan Hasilnya Legit

Kuasai cara membuat tape singkong agar tidak berlendir dan hasilnya legit. Panduan lengkap ini fokus pada kebersihan, kontrol kelembapan, dan teknik fermentasi.

oleh Woro Anjar VeriantyDiterbitkan 16 Juni 2026, 07:30 WIB
Cara Membuat Tape Singkong agar Tidak Berlendir dan Hasilnya Legit. AI Generated

Liputan6.com, Jakarta - Tape singkong, camilan tradisional yang digemari banyak orang, menawarkan perpaduan rasa manis legit dan sedikit asam dengan tekstur lembut. Namun, tantangan sering muncul dalam proses cara membuat tape singkong agar tidak berlendir dan hasilnya legit. Banyak pembuat tape rumahan kerap menghadapi masalah seperti tape yang berlendir, terasa asam, atau bahkan pahit. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kontaminasi bakteri liar akibat alat yang kurang steril atau singkong yang terlalu basah saat proses peragian.

Oleh karena itu, penting untuk memahami cara membuat tape singkong agar tidak berlendir dan hasilnya legit dengan benar. Panduan komprehensif ini akan menguraikan setiap detail proses, mulai dari pemilihan bahan hingga fermentasi, demi memastikan keberhasilan. Berikut ini telah Liputan6 susun cara membuat tape singkong agar tidak berlendir dan hasilnya legit, yang mudah diikuti.

Resep Anti Gagal: Panduan Lengkap Membuat Tape Singkong

Cara Membuat Tape Singkong Kering dan Manis. (Foto: Herreads/Wikimedia Commons)

Berikut adalah panduan langkah demi langkah untuk membuat tape singkong yang legit, manis, kesat, dan bebas lendir.

Bahan-Bahan Pilihan

  • Singkong Berkualitas: Pilih singkong segar dengan daging berwarna putih kekuningan, sering disebut singkong mentega atau kuning, karena cenderung memiliki tekstur yang lebih pulen dan legit setelah difermentasi. Jenis ini juga menghasilkan tape berwarna kuning cerah. Hindari singkong yang memiliki serat ungu atau gelap, karena ini menandakan singkong terlalu tua atau sudah lama dipanen, yang bisa membuat tape keras dan berserat. Singkong yang baik umumnya mudah dikupas dan terasa padat namun tidak terlalu keras. Jumlah yang umum digunakan adalah sekitar 2 kg.
  • Ragi Tape Berkualitas: Gunakan 2 butir ragi tape yang masih dalam kondisi baik dan tidak kedaluwarsa. Ciri ragi berkualitas baik adalah berwarna putih bersih, memiliki aroma fermentasi khas, dan bertekstur kering.
  • Daun Pisang Secukupnya: Daun pisang digunakan sebagai alas dan penutup wadah fermentasi. Daun ini tidak hanya berfungsi sebagai pembungkus alami, tetapi juga meningkatkan aroma, cita rasa, dan menciptakan lingkungan optimal untuk fermentasi. Pori-pori daun pisang membantu menjaga kelembapan dan memungkinkan proses fermentasi anaerob yang lebih cepat. Untuk mencegah daun mudah robek, layukan daun pisang sebentar di atas api atau jemur di bawah sinar matahari.

Peralatan Steril yang Dibutuhkan

  • Wadah Fermentasi: Bisa berupa bakul bambu, panci, atau stoples plastik besar yang memiliki penutup rapat. Penting untuk memastikan wadah bersih dan bebas dari minyak atau garam, karena sisa minyak dapat menyebabkan kegagalan fermentasi.
  • Saringan Teh: Digunakan untuk mengayak ragi agar tersebar merata.
  • Garpu atau Capitan: Alat ini digunakan untuk memindahkan singkong dan menaburkan ragi guna menghindari kontaminasi langsung dari tangan.

Langkah-Langkah Pembuatan Tape Singkong

  1. Persiapan Singkong: Kupas singkong hingga bersih, lalu kerik bagian kulit ari luar yang berlendir menggunakan pisau hingga kesat. Potong singkong menjadi ukuran sekitar 5–10 cm agar lebih mudah matang saat dikukus. Cuci singkong berkali-kali di bawah air mengalir sampai air cuciannya benar-benar bening dan singkong terasa kesat.
  2. Proses Pengukusan Optimal: Panaskan kukusan hingga air mendidih hebat. Kukus singkong selama sekitar 25–30 menit, tergantung jenis singkong. Kunci Anti-Lendir: Singkong tidak boleh dikukus sampai terlalu matang atau merekah hancur. Jika singkong terlalu lembek dan pecah, air dapat masuk ke sela-selanya, yang berpotensi memicu timbulnya lendir encer selama fermentasi. Cukup kukus hingga bagian tengahnya empuk saat ditusuk lidi.
  3. Pendinginan Sempurna: Angkat singkong satu per satu menggunakan garpu atau capitan, lalu jajarkan di atas tampah bersih yang sudah dialasi daun pisang atau nampan besar. Kunci Anti-Lendir: Diamkan singkong hingga benar-benar dingin total luar dalam, yang bisa memakan waktu 2–3 jam. Jika ragi ditaburkan saat singkong masih hangat, bakteri ragi dapat mati atau bekerja tidak sempurna, sehingga bakteri pembusuk justru tumbuh dan membuat tape menjadi berlendir, asam, atau pahit.
  4. Penaburan Ragi secara Higienis: Sambil menunggu singkong dingin, haluskan ragi tape hingga menjadi bubuk. Siapkan wadah fermentasi yang sudah bersih, lalu alasi bagian dasar dan sekeliling dinding bagian dalamnya dengan daun pisang secara rapat (2-3 lapis). Penting: Hindari menyentuh singkong dengan tangan telanjang sejak langkah ini untuk mencegah kontaminasi kuman. Gunakan garpu, capitan, atau sarung tangan plastik bersih. Tata satu lapisan singkong di dasar wadah, lalu ayak bubuk ragi tipis-tipis di atasnya menggunakan saringan teh hingga merata ke seluruh permukaan singkong. Tata lapisan singkong berikutnya di atasnya, lalu taburi ragi lagi. Lakukan proses ini hingga singkong habis.
  5. Fermentasi Kedap Udara (Anaerob): Tutup bagian atas singkong menggunakan sisa daun pisang hingga benar-benar rapat. Pasang tutup panci atau wadah sekencang mungkin. Jika perlu, lapisi bagian atas tutup wadah dengan kain tebal atau simpan wadah di dalam lemari gelap agar suhunya stabil dan hangat.
  6. Masa Inkubasi: Letakkan wadah di sudut ruangan yang teduh dan jangan digeser-geser atau dibuka-buka sebelum waktunya. Proses fermentasi ideal umumnya memakan waktu 2 hari 2 malam (sekitar 48 jam). Jika Anda menyukai tape yang sangat berair dan manis legit tajam, waktu fermentasi bisa diteruskan hingga 3 hari (72 jam). Setelah matang, tape dapat langsung dikonsumsi atau disimpan di kulkas untuk memperlambat proses fermentasi lebih lanjut.

Mengidentifikasi Tape Berhasil dan Solusi Masalah Umum

Ilustrasi Olahan Tape Singkong (Photo by KavindaF on Pixabay)

Tape yang berhasil memiliki tekstur lembut saat digigit namun bentuknya tetap utuh dan kenyal (tidak benyek hancur). Tape akan mengeluarkan aroma wangi alkohol manis khas yang segar, dan warnanya kuning mentega bersih tanpa bercak hitam atau merah. Akan muncul cairan bening di dasar wadah, yang merupakan air tapai alami dengan rasa sangat manis.

Jika tape berlendir dan asam, hal ini bisa disebabkan oleh fermentasi yang tidak higienis, kontaminasi mikroba, atau singkong yang terlalu basah. Pastikan pada pembuatan berikutnya Anda mengeringkan singkong dengan benar sebelum diragi, memperpanjang waktu pendinginan singkong pasca-kukus, dan memastikan semua alat yang menyentuh singkong bebas dari minyak atau garam.

Untuk menjaga kualitas dan memperlambat proses fermentasi, tape sebaiknya segera dipindahkan ke dalam kulkas setelah mencapai tingkat kemanisan yang diinginkan. Penyimpanan di suhu ruang akan mempercepat fermentasi dan membuatnya cepat asam.

Kunci Sukses Fermentasi: Kebersihan dan Kontrol Kelembapan

Keberhasilan dalam proses fermentasi tape singkong sangat dipengaruhi oleh kebersihan dan kontrol ketat terhadap seluruh tahapan. Kontaminasi oleh mikroorganisme yang tidak diinginkan dapat mengganggu proses fermentasi dan menghasilkan produk yang tidak sesuai harapan. Lendir pada tape umumnya muncul karena kontaminasi bakteri atau kondisi singkong yang terlalu lembap saat diberi ragi.

Memastikan semua peralatan yang digunakan, mulai dari tangan, pisau, kukusan, tampah, hingga wadah penyimpanan, benar-benar bersih dari minyak, sabun, atau garam adalah hal krusial. Zat-zat ini dapat menghambat kerja ragi dan menyebabkan singkong membusuk alih-alih menjadi tape. Selain itu, singkong harus dikeringkan dengan benar sebelum diberi ragi dan didinginkan sepenuhnya pasca-kukus untuk mencegah lendir.

Pertanyaan Seputar Cara Membuat Tape Singkong

Q1: Mengapa tape singkong saya berlendir dan terasa asam?

A1: Tape singkong yang berlendir dan asam seringkali disebabkan oleh kontaminasi bakteri yang tidak diinginkan atau kondisi singkong yang terlalu basah saat proses peragian. Pastikan semua alat yang digunakan steril, singkong benar-benar dingin dan kering sebelum diberi ragi, serta hindari menyentuh singkong dengan tangan kosong setelah dikukus.

Q2: Berapa lama waktu fermentasi yang ideal untuk tape singkong?

A2: Waktu fermentasi yang ideal umumnya adalah 2 hingga 3 hari (48-72 jam) pada suhu ruang. Fermentasi selama 2 hari 2 malam biasanya menghasilkan tape yang manis dan legit, sementara fermentasi hingga 3 hari dapat menghasilkan tape yang lebih berair dan manis tajam.

Q3: Apakah saya boleh menggunakan jenis singkong apa saja untuk membuat tape?

A3: Disarankan untuk memilih singkong dengan kualitas baik, terutama jenis singkong mentega atau kuning yang dagingnya berwarna putih kekuningan, karena teksturnya lebih pulen dan legit setelah difermentasi. Hindari singkong merah atau yang memiliki serat gelap, karena kurang ideal untuk tape dan bisa menghasilkan rasa pahit atau tekstur keras.

Q4: Apa yang terjadi jika singkong dikukus terlalu matang?

A4: Jika singkong dikukus terlalu matang hingga lembek atau merekah, air akan mudah masuk ke sela-selanya. Hal ini dapat menyebabkan tape menjadi terlalu berair dan berpotensi memicu timbulnya lendir encer selama proses fermentasi.

Q5: Bolehkah saya menyentuh singkong dengan tangan saat menaburkan ragi?

A5: Sebaiknya hindari menyentuh singkong dengan tangan telanjang saat menaburkan ragi dan selama proses penataan di wadah fermentasi. Gunakan garpu, capitan, atau sarung tangan plastik bersih untuk mencegah kontaminasi kuman yang dapat mengganggu proses fermentasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya