Mordechai Vanunu, Pahlawan atau Pengkhianat?

Opini masyarakat Israel terhadap pembebasan pembocor rahasia nuklir Israel, Mordechai Vanunu terbagi dua. Sebagian memujinya sebagai pahlawan, sementara yang lainnya lagi menyebutnya sebagai pengkhianat bangsa.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 April 2004, 01:20 WIB
Liputan6.com, Yerusalem: Opini masyarakat Israel terhadap pembebasan pembocor rahasia nuklir Israel, Mordechai Vanunu terbagi dua, Kamis (22/4). Satu pihak menganggap Vanunu sebagai pahlawan karena berani mengungkapkan rahasia nuklir Israel. Namun, tak sedikit pula yang menyebut Vanunu sebagai pengkhianat bangsa yang harus dipenjara seumur hidup atau dihukum mati.

Hari ini, Vanunu menikmati pagi pertamanya di luar tembok penjara di Yerusalem. Vanunu dibebaskan dari Penjara Shikma, Kota Ashkelon, Israel, Rabu kemarin [baca: Hari Ini Pengungkap Rahasia Nuklir Israel Bebas]. Vanunu dipenjara pada 1986 karena membeberkan sejumlah informasi rahasia mengenai persenjataan Israel kepada Surat Kabar Harian Sunday Times, Inggris. Informasi itu membuat para analis menyimpulkan, pemerintah Israel memproduksi lebih dari 100 hulu ledak nuklir.

Pascapembebasannya pun Israel masih memberlakukan sejumlah larangan terhadap Vanunu, termasuk pencekalan perjalanan ke luar negeri. Dia juga harus rela saluran telepon serta korespondensi internetnya disadap. Maklum, pemerintah Israel mengkhawatirkan Vanunu bakal mengungkapkan lebih banyak informasi dalam negeri kepada pihak asing.

Dalam beberapa hari ke depan, Vanunu akan tinggal di Katedral St. George di timur Yerusalem. Setelah itu, belum jelas Vanunu akan tinggal di mana. Namun, dikabarkan sebuah apartemen mewah di Jaffa telah dipesan atas nama Vanunu. Kabar lain menyatakan, Vanunu berharap berimigrasi ke Amerika Serikat atau Eropa secepatnya.(ZAQ/Pin)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya