China membuat gebrakan baru dalam dunia antariksa. Tiongkok untuk pertama kalinya meluncurkan satelit dan robot ke bulan. Ini juga merupakan pelepasan satelit ke bulan pertama pada Abad 21. Misi serupa kali terakhir dilakukan satelit Luna 24 milik Uni Soviet pada 1976.
Seperti dimuat Xinhua, satelit bernama Chang'e-3 itu diluncurkan di suatu lokasi di Provinsi Sichuan, China Barat Daya, pada Senin (2/12/2013), pukul 01.30 waktu setempat. Satelit diprediksi bakal mendarat di bulan pada pertengahan Desember mendatang.
"Saya umumkan peluncuran ini berhasil. Ini merupakan reformasi besar dalam negara kita," ujar Direktur Peluncuran Satelit China, Zhang Zhenzhong. "Satelit telah meluncur pada orbit yang sudah ditentukan."
Kepala Perancang Program Satelit Wu Weiren menyatakan, peluncuran ini merupakan terobosan baru oleh China. Namun ia mengaku tidak mudah untuk mewujudkannya.
"Hal tersulit adalah saat proses pendaratan," ujar Wu.
Dalam misi ke bulan ini, China juga mengirim rover atau robot Jade Rabbit -- dalam Bahasa China disebut Yutu. Rover penjelajah bulan itu beroda 6 yang dilengkapi dengan 4 kamera, 2 kaki mekanik yang bisa menggali sampel tanah.
Nama rover tersebut didapat lewat polling yang melibatkan masyarakat untuk memilih julukan untuk robot yang ditenagai matahari itu. Yutu diambil dari nama kelinci putih peliharaan Dewi Bulan atau Chang'e dalam mitologi China.
Robot yang bergerak perlahan itu akan berpatroli di permukaan Bulan setidaknya selama 3 bulan untuk mencari tahu apa saja yang terdapat di bulan, termasuk mengorek jenis permukaan tanah dan sumber daya yang ada di sana. (Riz/Mut)
Advertisement