Meski dari rekor 17 pertemuan, Indonesia hanya mampu menang satu kali yaitu pada 12 Mei 1957 dengan skor 2-0, tapi kans untuk menang itu tetap ada. Ini jika melihat kepada permainan timnas Indonesia pada saat imbang 1-1 lawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) 15 Oktober silam.
Saat itu, Indonesia tak kalah atraktif dibandingkan China. Bahkan, Indonesia harusnya bisa menang jika saja beberapa peluang emas berhasil dimaksimalkan dengan baik. Uji coba timnas juga bisa dijadikan acuan perkembangan. Meski kalah 0-2 dari klub Korea Utara, April 25 Club Sports, Indonesia berhasil menang di dua laga uji coba sebelumnya.
Pertama menang 2-0 atas Filipina dan terakhir 4-0 atas Kyrgistan. Satu hal yang menggembirakan adalah munculnya lini serang alternatif yaitu duet Syamsul Arif dan Zulham Zamrun. Dua pemain ini bisa menjadi pelapis untuk duo Papua di lini depan yaitu Boaz Salossa dan Titus Bonai.
Sekarang tinggal keberanian dari pelatih timnas Indonesia, Jacksen F Tiago untuk melakukan sedikit modifikasi. Meski sejauh ini, dia mengaku belum menemukan strategi yang pas.
"Saya masih cari informasi soal gaya bermain China," katanya seperti dihubungi wartawan. “Semua hal harus diantisipasi (termasuk perubahan strategi lawan). Mereka tim yang kuat. Saya masih belum menemukan racikan untuk tim yang pas hingga sekarang."
Sekali lagi melihat rekor pertemuan, Indonesia selalu kebobolan banyak gol ketika tampil di kandang China. Ini yang harus diwaspadai skuat timnas di laga nanti. Tapi satu hal yang membuat timnas pantas tersenyum, produktifitas China juga bermasalah. Terbukti, mereka baru mencetak 3 gol dan kebobolan 3 gol.
Tak aneh jika pelatih sementara China, Fu Bo meminta pasukannya untuk kerja keras. "Ini la