Rencana pemerintah untuk membuka pengelolaan bandara dan pelabuhan hingga 100% ternyata mendapat respons positif dari calon investor. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan, beberapa calon investor tertarik untuk menjadi operator di salah satu bandara di Indonesia.
"Ada investor dari Inggris mau operasikan atau kelola salah satu bandara di sini," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhub, Leon Muhammad di Pameran Infrastruktur, di JCC, Kamis (14/11/2013).
Menurutnya, sejumlah calon investor asing telah menyatakan ketertarikan untuk mengelola bandara maupun pelabuhan di Indonesia. Namun dia belum bersedia menyebut identitas calon investor tersebut.
"Dalam aturan Kemenhub, asing memang dibolehkan menanamkan modalnya sebagai operator bandara ataupun pelabuhan. Tapi besarannya masih 49% dan mayoritas tetap berada di pemerintah. Paling penting pemerintah harus menjaga kepentingan nasional," paparnya.
Leon optimistis, keikutsertaan asing dalam pengelolaan bandara maupun pelabuhan di Indonesia akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi domestik melalui pemanfaatan teknologi yang lebih modern dan sebagainya.
Dalam catatannya, posisi ekonomi Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di Asia Pasifik setelah China, India, Jepang dan Korea Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Indonesia tumbuh sangat cepat di dunia meskipun sempat mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi pada masa resesi di 2009.
"Saat itu, PDB Indonesia tumbuh 4,5% dan naik kembali menjadi 6% pada tahun 2010. Dan Jawa menjadi penyumbang terbesar mencapai 60% dari pertumbuhan ekonomi Indonesia karena pembangunan dan pengembangan infrastruktur masih terkonsentrasi di wilayah tersebut," tukas Leon. (Fik/Ndw)
"Ada investor dari Inggris mau operasikan atau kelola salah satu bandara di sini," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhub, Leon Muhammad di Pameran Infrastruktur, di JCC, Kamis (14/11/2013).
Menurutnya, sejumlah calon investor asing telah menyatakan ketertarikan untuk mengelola bandara maupun pelabuhan di Indonesia. Namun dia belum bersedia menyebut identitas calon investor tersebut.
"Dalam aturan Kemenhub, asing memang dibolehkan menanamkan modalnya sebagai operator bandara ataupun pelabuhan. Tapi besarannya masih 49% dan mayoritas tetap berada di pemerintah. Paling penting pemerintah harus menjaga kepentingan nasional," paparnya.
Leon optimistis, keikutsertaan asing dalam pengelolaan bandara maupun pelabuhan di Indonesia akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi domestik melalui pemanfaatan teknologi yang lebih modern dan sebagainya.
Dalam catatannya, posisi ekonomi Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di Asia Pasifik setelah China, India, Jepang dan Korea Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi Indonesia tumbuh sangat cepat di dunia meskipun sempat mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi pada masa resesi di 2009.
"Saat itu, PDB Indonesia tumbuh 4,5% dan naik kembali menjadi 6% pada tahun 2010. Dan Jawa menjadi penyumbang terbesar mencapai 60% dari pertumbuhan ekonomi Indonesia karena pembangunan dan pengembangan infrastruktur masih terkonsentrasi di wilayah tersebut," tukas Leon. (Fik/Ndw)