Mi Instan Itu Bisa Menyehatkan, Asal....

Padahal, dalam ilmu pangan sendiri hanya air susu ibu (ASI) yang dapat dikatakan sehat walaupun dikonsumsi tanpa campuran sama sekali.

oleh Aditya Eka Prawira diperbarui 13 Nov 2013, 17:00 WIB
Salah satu jenis pangan yang sering dianggap tidak sehat di kalangan masyarakat Indonesia adalah mi, terutama mi instan. Padahal, dalam ilmu pangan sendiri hanya air susu ibu (ASI) yang dapat dikatakan sehat walaupun dikonsumsi tanpa campuran sama sekali.

Seperti yang diutarakan Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat FEMA Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, pangan selain ASI tidak dapat begitu saja dikatakan sehat, bila makanan itu tidak dicampur dengan makanan lainnya.

"Yang ada itu bermutu, aman, dan bergizi. Kalau sehat, harus dicampur macam-macam. Totalitas dari beragam makanan yang dimakanlah yang dikatakan sehat. Makanya, Menkes sendiri menganjurkan masyarakat Indonesia untuk makan yang beragam," kata Prof. Hardiansyah dalam acara `Indofood Jelajahi Citarasa Kuliner Asia Melalui Indomie Taste of Asia`, di Kana Restolounge Landmark Building, Jakarta, Rabu (13/11/2013)

Dalam mengonsumsi mi instan, tambah Prof Hardiansyah, cara makanlah yang lebih menetukan bila ingin mengatakan apakah itu sehat atau tidak. Bila tidak disertai dengan sayuran dan sumber protein di dalamnya, maka itu susah untuk dikatakan sehat.

"Bila tidak disertai itu, sama saja kayak makan nasi melulu, bisa gemuk. Sama juga kayak makan roti melulu," kata pria kelahiran Riau mengibaratkan.

Maka itu, lanjut Hardiansyah, tidak ada satu pangan yang dapat dikatakan sehat bila tidak diracik seperti itu.

"Saya juga kalau makan mi menyajikannya dengan beragam protein dan sayuran," kata dia menambahkan.

(Adt/Abd)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya