Nyatakan Putus Cinta Lewat Email Kian Populer

Sebuah penelitian menemukan fakta bahwa banyak orang yang lebih suka memutuskan hubungan percintaan mereka via email.

oleh Liputan6 diperbarui 25 Okt 2013, 12:20 WIB
Memutuskan hubungan percintaan secara langsung sepertinya sudah tergantikan oleh e-mail dan SMS. Sebuah penelitian yang dilakukan Pew Research Center menemukan, banyak orang yang lebih suka memutuskan hubungan percintaan mereka via email.

Angka itu diperoleh dari penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan Aaron Smith dan Maeve Duggan. Dalam proyek yang bernama Pew Internet Project itu mereka melibatkan 2.252 orang Amerika terkait penggunaan situs kencan online, situs dan mesin pencari, dan bagaimana teknologi mempengaruhi hubungan mereka.

Menurut yang dilansir Mail Online, Jumat (25/10/2013), hasilnya 22% dari mereka yang berusia antara 18 - 29 tahun mengakhiri hubungannya via pesan elektronik. Sementara, 16% dari usia 30 - 49 tahun mengaku mengakhiri hubungan percintaan mereka lewat email dan pesan teks (7% di antaranya berusia di atas 50 tahun).

Kesimpulannya, satu dari enam orang Amerika telah diputuskan kekasihnya atau mereka memutuskan kekasihnya, melalui pesan teks, email, atau jaringan sosial. Hal itu diyakini karena meningkatnya popularitas situs kencan online, yang mana telah meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam lima tahun terakhir.

Akibat semakin banyaknya orang yang bertemu dan menjalin hubungan online, para peneliti percaya bahwa mereka kemudian akan mengakhiri hubungan percintaannya dengan cara yang sama.

Smith dan Duggan juga menemukan, 30% orang yang menggunakan situs kencan online bertujuan untuk mencari tahu karakter masing-masing sebelum akhirnya mereka bertemu, dan angka ini naik 41% di antara pengguna berusia 18 hingga 29 tahun.

Di sisi lain, hampir setengah dari pengguna remaja mengaku menggunakan mesin pencari dan situs jejaring sosial untuk mengintip profil yang akan mereka kencani.

Totalnya, 11% orang dewasa Amerika telah menggunakan situs kencan online. Dalam hal ini lebih dari 40% wanita yang menggunakan situs kencan online mengaku telah menjadi korban 'pendekatan yang tidak diinginkan' dibanding dengan pria yang hanya 17%. (isk/dew)



POPULER

Berita Terkini Selengkapnya