M Rahmad: Saya Tersanjung Ditanggapi Serius SBY

Setelah membuat heboh soal penangkapan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Subur Budhisantoso oleh BIN, akhirnya Rahmad angkat bicara.

oleh Silvanus Alvin diperbarui 20 Okt 2013, 17:59 WIB
Mantan Wakil Direktur Eksekutif Partai Demokrat Muhammad Rahmad akhirnya menunjukkan wajahnya. Setelah membuat heboh soal penangkapan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Subur Budhisantoso oleh Badan Intelijen Negara (BIN), Rahmad kini angkat bicara.

Rahmad mengaku tersentuh ketika isu yang dihembuskannya ini mampu membuat Ketua Umum Partai Demokrat SBY mengeluarkan komentarnya melalui juru bicara Julian Aldrin Pasha. Apalagi Kepala BIN Mayjen (Purn) Marciano Norman dan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia Djoko Suyanto juga turut angkat bicara.

"Saya merasa tersanjung keterangan saya ditanggapi serius oleh Presiden melalui jubir," kata Rahmad dalam konferensi pers di kediaman mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum, kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (20/10/2013).

"Juga pernyataan Ka BIN dan Menkopolhukam. Presiden melalui jubir, sampaikan agar fitnah diproses secara hukum, Ka BIN bantah instansi ambil paksa atau menjemput Subur. Ka BIN juga membantah ada agenda pertemuan dengan Pak Subur," tuturnya.

Rahmad mengakui yang disampaikannya saat itu hanyalah berdasarkan informasi yang diterimanya. "Sebagai moderator, saya jelaskan berdasarkan info," pungkas Rahmad.

Dia menjelaskan, setelah mengklarifikasi kembali, Subur memang tidak dijemput staf BIN. Subur berangkat bersama rombongan ke BIN pada pukul 10.00 WIB sesuai dengan agenda acara di BIN. (Ndy/Yus)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya