Ingin Berubah Maksimal, KAI Benahi Toilet Dulu

PT Kereta Api Indonesia terus melakukan pembenahan, salah satunya dengan memperbaiki fasilitas toilet.

oleh Dian Ihsan Siregar diperbarui 10 Okt 2013, 10:45 WIB
Manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan, pihaknya dapat melakukan pembenahan perusahaan baik keuangan dan pelayanan kepada masyarakat meski pernah mengalami keterpurukan bertahun-tahun.

Salah satu pembenahan yang dikerjakan perseroan yaitu fasilitas toilet. Menurut Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Ignatius Jonan, ketika ingin melakukan perubahan secara maksimal maka harus dimulai dari yang paling kecil.

"Jika hal kecil saja tidak bisa dilakukan, bagaimana hal yang besar. Untuk itu hal kecil harus dilihat, seperti pembenahan toilet itu," tutur Jonan.

Jonan mengatakan, sebelumnya keadaan toilet kereta sangat tidak ramah lingkungan, dan dapat menganggu kenyamanan masyarakat.

"Jadi pernah bilang Direktur Teknik, kalau toilet kereta sudah lama tidak ramah lingkungan. Bisa tidak bikin yang lebih baik," ucap Jonan ketika ditemui dalam acara bedah buku 'Jonan & Evolusi KAI' di Pusat Kebudayaan Belanda, Jakarta, Rabu (9/10/2013) malam.

Saat melakukan pembenahan toilet ini, PT Kereta Api Indonesia juga harus mempertimbangkan kondisi keuangannya. Jonan menjelaskan, ketika pihaknya melakukan perbaikan toilet kereta, PT INKA pernah mematok harga perbaikan satu toilet sebesar Rp 750 juta. Namun, pihaknya ingin tetap memasang dengan harga sebesar Rp 100 juta.

"Inka bilang kepada kami, satu toilet seharga sebesar Rp 750 juta. Namun saya tetap ngotot untuk dipasangkan, akhirnya jadi harga sekitar Rp 100 juta," ujar Jonan.

Jonan mengingatkan, ketika ingin melakukan perubahan secara maksimal. Maka lihatlah dari hal yang paling kecil. Ketika sudah bisa membaca hal kecil, maka pembenahan bisa dilakukan dengan baik. (Dis/Amh)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya