Lima Alasan MU Dipermalukan West Brom

Manchester United dipermalukan West Bromwich Albion saat bermain di Old Trafford. Apa Sebab?

oleh Liputan6 diperbarui 29 Sep 2013, 10:09 WIB

Manchester United menelan dua kekalahan dua pekan berturut-turut. Setelah dikalahkan Manchester City di pekan kelima, kini MU kalah dari West Bromwich Albion di pekan keenam. Kekalahan ini pun membuat MU turun ke peringkat 12 dengan tujuh poin.

West Brom bisa dikatakan merupakan tim papan tengah Liga Premier. Akan tetapi MU berhasil dibuat kerepotan oleh skuat asuhan Steven Clarke. Hasilnya, MU harus kalah 1-2 saat bermain di Old Trafford, Sabtu (28/9/13) malam WIB. Manajer baru MU, David Moyes, langsung 'didakwa' menjadi biang menurunnya penampilan klub berjuluk The Red Devils di awal-awal musim ini.

Apa sebab kekalahan MU dari West Brom. Berikut lima alasan MU kalah dari The Baggies, julukan untuk West Brom.

1. Memasang Anderson sejak awal pertandingan

Anderson memang berhasil menciptakan beberapa peluang emas dalam pertandingan ini. Akan tetapi, penampilan gelandang asal Brasil ini masih belum maksimal untuk dijadikan seorang pemain starter. Sebab tidak menutup kemungkinan membuat MU mengawali pertandingan dengan lambat. Pengamatan Anderson pun dirasa masih kurang, karenanya aliran bola di lini tengah MU kerap tersendat.

2. Mencadangkan Robin van Persie

David Moyes memang menjalani masa transisi. Namun, inisiatifnya untuk melakukan eksperimen agar bisa mendapatkan komposisi pemain yang tepat untuk MU terlalu berbahaya. Dalam pertandingan ini Moyes mencadangkan Robin van Persie, dan memasang Javier "Chicharito' Hernandez. Seperti yang telah diketahui, Chicharito merupakan 'super-sub', bukan seorang starter.

Van Persie memang baru sembuh dari cedera, dan bisa dimaklumi Moyes tidak mau mengambil risiko untuk memainkannya sejak babak pertama. Moyes bisa saja menjadikan Rooney sebagai penyerang tunggal, dan memperkuat lini tengah MU dengan memasang lima gelandang, dan tentu saja dengan bantuan Marouane Fellaini, bukan Anderson.

3. Pemain dengan ego yang masih tinggi

Tidak jarang klub dirugikan pemainnya sendiri yang masih egois. Pasalnya, pemain yang ingin membuktikan dirinya akan memaksa dirinya untuk bisa mencetak gol.

Luis Nani merupakan pemain yang masih belum bisa menekan egonya. Hampir dalam setiap pertandingan Nani tampil egois. Pemain asal Portugal ini terlihat sering memaksakan dirinya untuk melontarkan tendangan ke arah gawang, di banding mengoper bola kepada rekan setimnya.

Bukan hanya Nani, pemain muda MU, Adnan Januzaj, tampil terlalu percaya diri dalam pertandingan ini. MU bisa saja menyamakan kedudukan seandainya Januzaj mengoper bola ke tengah kotak penalti, dan tidak memaksa diri untuk mencetak gol. Januzaj memang memiliki skill yang lumayan hebat, tapi Januzaj akan membuat MU tampil lebih baik jika ia tidak memaksakan diri.

4. Lini pertahanan MU rapuh

Lini pertahanan MU jadi bahan eksperimen David Moyes yang lain. Di pertandingan melawan West Brom, Moyes berinisiatif memainkan Alexander Buttner di sektor kiri pertahanan MU, Jonny Evans di tengah, dan Phil Jones sebagai bek kanan.

Moyes bisa saja memainkan Buttner, tapi sebagai pengganti Patrice Evra, dan bukan menjadi starter. Selain itu, Manajer asal Skotlandia itu lebih memilih Evans dibanding Jones untuk bersanding dengan Rio Ferdinand di sektor tengah pertahanan MU.

Moyes lebih memilih memasang Jones menjadi bek kanan MU, yang biasanya ditempati Chris Smalling, Antonio Valencia, dan tentu saja Rafael Da Silva. Wal hasil, lini pertahanan MU menjadi cukup rapuh dengan absennya Evra dan Nemanja Vidic.

5. Eksperimen Moyes

Moyes tampaknya masih belum bisa mendapatkan komposisi pemain terbaiknya. Padahal pemain MU saat ini merupakan skuat juara MU untuk musim lalu saat masih bersama Sir Alex Ferguson.

Karenanya, Moyes yang masih menjalani masa penjajakan melakukan beberapa eksperimen untuk menemukan skuat terbaiknya. Akan tetapi, eksperimen Moyes malah membuat ritme permainan MU tidak terlalu bagus. Moyes harusnya memainkan apa yang telah dimiliki MU sebelumnya, dan melakukan eksperimennya saat menjajal tim papan bawah.(Gan)

Baca juga:
* <a href="http://bit.ly/1aAYwQQ">Pindah ke Jakarta, Ini Jadwal Kualifikasi Piala AFC U-19</a>
* <a href="http://bit.ly/1eQu9uL">Altetico Menangi Derby Madrid</a>
* <a href="http://bit.ly/15CtapF">Barca Terlalu Perkasa untuk Almeria</a>
* <a href="http://bit.ly/18eTjha">[VIDEO] Gol-gol saat MU Tumbang di Tangan WBA</a>
* <a href="http://bit.ly/16AimOS">Gebuk Swansea, Arsenal Kokoh di Puncak Klasemen</a>
* <a href="http://bit.ly/16Aiy0p">Dapat Kontrak Baru, Ronaldo Ingin Beli Ferrari Edisi Spesial</a>
* <a href="http://bit.ly/1fRT1RF">Cetak Gol, Messi Malah Cedera</a>

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya