Trump Umumkan Pengiriman 5.000 Tentara AS ke Polandia

Bagaimana pihak-pihak terkait merespons pengumuman Trump? Berikut ulasannya.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 23 Mei 2026, 11:31 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 3 Maret 2026.(Dok. AP/Mark Schiefelbein)

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Donald Trump pada Kamis (21/5/2026) mengumumkan bahwa Amerika Serikat (AS) akan mengirim tambahan 5.000 tentara ke Polandia, sebuah langkah yang berlawanan dengan kebijakan terbaru pemerintahannya untuk mengurangi jumlah pasukan AS di Eropa.

"Menyusul kemenangan Karol Nawrocki dalam pemilihan presiden Polandia, yang dengan bangga saya dukung, serta hubungan baik kami dengannya, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa AS akan mengirim tambahan 5.000 tentara ke Polandia," tulis Trump di platform Truth Social. 

Melansir CNN, pengumuman Trump disampaikan sepekan setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menghentikan penempatan terjadwal sebuah tim tempur yang seharusnya menjalani rotasi penugasan di Polandia. Kementerian Pertahanan AS menyatakan bahwa keputusan Hegseth menghentikan penempatan itu didasarkan pada kekecewaan terhadap negara-negara Eropa yang dinilai tidak memberikan dukungan yang cukup ketika AS membutuhkannya. 

Awal bulan ini, Trump juga mengumumkan bahwa ia menarik 5.000 tentara dari Jerman. Langkah ini dipicu kemarahannya atas pernyataan Kanselir Friedrich Merz yang mengatakan bahwa AS sedang dipermalukan dalam perang dengan Iran.

Sebaliknya, Trump mengatakan pengiriman pasukan ke Polandia — yang menjadi jalur utama bantuan Eropa menuju negara tetangganya, Ukraina — didasarkan pada hubungan baiknya dengan Presiden Polandia Karol Nawrocki, tokoh populis sayap kanan. 

 

Respons NATO

Belum jelas dari mana 5.000 tentara yang disebut Trump akan berasal atau bagaimana langkah itu akan memengaruhi jumlah pasukan AS di Eropa. Pengumuman mendadak tersebut semakin menambah ketidakpastian mengenai posisi militer AS di Eropa, setelah Trump berselisih dengan sekutu NATO yang mengkritik perang Iran atau dianggap gagal memberikan dukungan yang menurutnya memadai.

Para menteri Polandia tampaknya mengindikasikan bahwa pengumuman tersebut tidak akan secara signifikan mengubah jumlah pasukan AS di negara itu.

Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski berterima kasih kepada Trump atas pengumuman bahwa kehadiran pasukan AS di Polandia akan dipertahankan kurang lebih pada tingkat sebelumnya.

"Semua akan baik-baik saja pada akhirnya," katanya kepada wartawan sebelum menghadiri pertemuan para menteri luar negeri NATO di Swedia pada Jumat.

Sementara itu, menurut Reuters, Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz mengatakan bahwa pihaknya tidak akan kehilangan pasukan AS. 

"Satu hal yang pasti, Polandia tentu tidak kehilangan apa yang sudah dimilikinya — sekitar 10.000 tentara," tuturnya kepada wartawan.

Menjelang pertemuan para menteri luar negeri NATO, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan kepada wartawan bahwa ia menyambut baik pengumuman Trump. Namun, ia menilai NATO kini bergerak menuju Eropa dan aliansi yang lebih kuat, serta tidak terlalu bergantung pada satu sekutu saja. 

Terima Kasih dari Nawrocki

Polandia merupakan anggota NATO dan telah menjadi pusat utama bantuan militer Barat yang mengalir ke Ukraina sejak invasi Rusia pada 2022.

Pada 2023, AS mendirikan US Army Garrison Poland yang memperkuat kehadiran militernya di negara tersebut. AS biasanya menempatkan sekitar 10.000 tentara di Polandia.

Pentagon mengarahkan pertanyaan mengenai rencana pengiriman tambahan pasukan AS ke Polandia kepada Gedung Putih. Namun, Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan. 

Nawrocki mengucapkan terima kasih kepada Trump melalui unggahan di X pada Kamis. Ia menyebut aliansi AS-Polandia sebagai pilar penting keamanan bagi setiap rumah di Polandia dan bagi seluruh Eropa.

"Aliansi yang baik adalah aliansi yang dibangun atas kerja sama, saling menghormati, dan komitmen terhadap keamanan bersama kita," tutur Nawrocki.

Nawrocki terpilih pada Juni 2025 dan mengunjungi Gedung Putih untuk bertemu Trump pada September, di mana ia berterima kasih atas dukungan Trump kepadanya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya