Liputan6.com, Jakarta - BYD Atto 3 generasi terbaru resmi meluncur di China dengan membawa peningkatan signifikan, terutama di sektor jarak tempuh dan teknologi pengisian daya. Model yang di pasar domestik dikenal sebagai Yuan Plus ini, hadir dengan platform anyar e-Platform 3.0 Evo, dan baterai Blade generasi kedua, serta teknologi flash charging.
Disitat dari Carnewschina, BYD menawarkan empat varian Atto 3 terbaru, dengan banderol harga mulai 119.900 yuan atau sekitar Rp 272 jutaan hingga 149.900 yuan, setara kurang lebih Rp 340 jutaan.
Advertisement
Salah satu sorotan utama dari SUV listrik ini, adalah peningkatan jarak tempuh hingga 120 km dibanding model sebelumnya. BYD menyediakan dua opsi baterai, yakni 57,5 kWh dan 68,5 kWh. Untuk varian tertinggi, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 630 km berdasarkan standar CLTC China. Sementara versi lainnya memiliki daya jelajah sekitar 540 km CLTC.
Teknologi pengisian dayanya juga menarik perhatian. Dengan Blade Battery generasi kedua dan sistem flash charging, pengisian daya dari 10 persen ke 70 persen hanya dalam waktu lima menit.
Bahkan, pengisian dari 10 persen hingga 97 persen diklaim hanya membutuhkan sekitar sembilan menit. BYD juga menyebut performa pengisian tetap optimal di suhu ekstrem minus 30 derajat Celcius, dengan tambahan waktu sekitar tiga menit dibanding kondisi normal.
Secara desain, BYD Atto 3 anyar tampil lebih besar dibanding model sebelumnya. SUV listrik ini memiliki dimensi panjang 4.665 mm, lebar 1.895 mm, tinggi 1.675 mm, dan wheelbase 2.770 mm.
Dibanding generasi sebelumnya, dimensinya bertambah cukup signifikan. Mobil ini juga mengusung desain lampu depan lebih ramping, grille depan baru, handle pintu semi tersembunyi, serta opsi pelek 18 dan 19 inci.
Sistem Penggerak Baru BYD Atto 3
Ubahan lain ada di sistem penggerak. Jika model sebelumnya memakai penggerak roda depan, kini Atto 3 terbaru beralih ke platform penggerak roda belakang atau rear-wheel drive (RWD).
BYD menyediakan dua pilihan motor listrik dengan tenaga 200 kW atau sekitar 268 dk, serta versi lebih bertenaga 240 kW yang menghasilkan sekitar 322 dk. Kehadiran teknologi baru ini diyakini menjadi langkah BYD untuk memperkuat posisi Atto 3 di tengah persaingan pasar mobil listrik China yang semakin ketat.