70% Saham BEI Kini Berlabel Syariah

BEI catat 70% saham di Indonesia sudah berlabel syariah, mencakup 59% kapitalisasi pasar. Bukti ekosistem syariah kian dominan dan diakui dunia.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 21 Mei 2026, 13:10 WIB
Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam pembukaan Syariah Investment Week (SIW) 2026, di Main Hall BEI, Kamis (21/5/2026). (Liputan6.com/Gagas)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan pasar modal syariah Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hal ini tercermin dari dominasi saham syariah di pasar domestik semakin kuat, baik dari sisi jumlah emiten maupun kapitalisasi pasar, sekaligus mendapat pengakuan di tingkat global.

Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa ekosistem pasar modal syariah nasional terus tumbuh pesat dan semakin diminati investor.

“Hari ini 956 saham, 70 persennya itu sudah saham syariah. Dari lebih dari 12.000 triliun kapitalisasi pasar kita, 59 persennya adalah kapitalisasi pasar dari saham-saham syariah,” kata Jeffrey dalam pembukaan Syariah Investment Week (SIW) 2026, di Main Hall BEI, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, pertumbuhan tersebut tidak terlepas dari dukungan regulasi, kelengkapan infrastruktur, hingga inovasi yang terus dikembangkan pelaku pasar modal syariah nasional. Salah satu terobosan yang menjadi kebanggaan Indonesia adalah pengembangan sistem perdagangan online khusus saham syariah yang disebut menjadi yang pertama di dunia.

Selain menunjukkan pertumbuhan domestik yang kuat, Jeffrey menegaskan pasar modal syariah Indonesia juga telah memperoleh pengakuan internasional.

“Inovasi dan kerja keras ini diapresiasi tidak hanya di dalam negeri, tetapi paling tidak sudah 8 kali Bursa Efek Indonesia mendapatkan penghargaan internasional dari The Global Islamic Finance Award,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem pasar modal syariah Indonesia, mulai dari regulator, industri, hingga investor.

Jumlah Investor Pasar Modal Syariah Tumbuh 425 Kali Lipat Dalam 15 Tahun

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat berdasarkan data anggota bursa Syariah, jumlah investor Syariah meningkat lebih dari 425 kali lipat dalam kurun 15 tahun terakhir.

Pada 2012, jumlah investor Syariah tercatat hanya 531 investor. Namun hingga April 2026, jumlah tersebut melonjak menjadi 226.457 investor. Kenaikan ini menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis Syariah.

“Data dari anggota bursa Syariah kami menunjukkan bahwa dalam 15 tahun terakhir, jumlah investor Syariah telah melonjak lebih dari 425 kali lipat, dari 531 pada tahun 2012 menjadi 226.457 investor pada April 2026,” kata Direktur Keuangan, SDM dan Umum PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Risa E. Rustam, dalam acara Elevate: IFN Indonesia Forum dan Sharia Investment Week (SIW) 2026, di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Risa mengatakan, peningkatan jumlah investor tersebut menjadi bukti bahwa pasar modal Syariah semakin diterima oleh masyarakat luas. Edukasi dan literasi keuangan Syariah yang terus digencarkan juga dinilai berkontribusi terhadap pertumbuhan tersebut.

“Hal ini jelas menunjukkan bahwa instrumen pasar modal Syariah telah menjadi pilihan investasi yang disukai masyarakat Indonesia,” ujarnya.

 

Sistem Online Trading Syariah

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, pengembangan teknologi perdagangan berbasis Syariah melalui Sistem Online Trading Syariah (SOTS) turut mempermudah akses investor dalam bertransaksi sesuai prinsip Syariah. Dengan basis investor yang terus bertambah, BEI optimistis pasar modal Syariah Indonesia akan terus tumbuh dan mampu memberikan kontribusi besar terhadap penguatan pasar keuangan nasional.

“Serta inovasi berkelanjutan melalui Sistem Online Trading Syariah (SOTS), Ke depannya, kami membayangkan masa depan di mana pasar modal Syariah terus berkembang sebagai alternatif investasi yang menjanjikan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya