Liputan6.com, Ankara - Pasukan Israel mencegat seluruh kapal yang tersisa dari misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) pada Selasa (19/5/2026).
Siaran langsung di situs GSF memperlihatkan tentara Israel yang bersenjata menaiki kapal-kapal, sementara para aktivis yang mengenakan jaket pelampung mengangkat tangan mereka. Tentara kemudian menghancurkan kamera yang dipasang di kapal.
Advertisement
Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani seperti dikutip dari laporan PBS menyerukan peninjauan mendesak terhadap penggunaan kekuatan oleh Israel setelah para aktivis Italia mengatakan tentara menembakkan peluru karet ke arah kapal. Penyelenggara misi mengklaim tentara Israel menembaki lima kapal selama proses pencegatan, yang menyebabkan sejumlah kerusakan.
Menurut GSF, pasukan Israel mulai menghentikan flotila sekitar 268 kilometer dari garis pantai Gaza. Kapal-kapal itu berangkat dari Turki pekan lalu.
Israel menyebut flotila tersebut sebagai aksi provokasi semata yang tidak benar-benar bertujuan mengirimkan bantuan ke Gaza. Kapal-kapal itu hanya membawa bantuan dalam jumlah simbolis.
GSF adalah koalisi kemanusiaan maritim internasional yang terdiri dari jaringan masyarakat sipil dunia. Misi utamanya adalah mengirimkan bantuan logistik (pangan dan obat-obatan) dengan menembus blokade laut ilegal Israel di Gaza.
Saudari Presiden Irlandia Ikut Ditangkap
Angkatan Laut Israel sebelumnya dilaporkan mencegat sekitar 41 kapal dari armada GSF di perairan internasional lepas pantai Siprus dan menahan orang-orang di dalamnya pada Senin (18/5).
Pada Selasa (19/5) malam, GSF mengatakan bahwa 428 aktivis yang ditahan dari lebih dari 40 negara masih tidak diketahui keberadaannya karena mereka tidak dapat menghubungi pengacara maupun memperoleh bantuan konsuler, sementara keluarga mereka juga belum diberi tahu mengenai lokasi mereka.
Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel mengatakan pada Selasa malam bahwa 430 aktivis telah dipindahkan ke kapal-kapal Israel. Dalam unggahan di platform X yang menyebut armada itu sebagai aksi pencitraan untuk kepentingan Hamas, Kemlu Israel menambahkan bahwa mereka sedang menuju Israel, tempat mereka dapat bertemu dengan perwakilan konsuler mereka.
Terdapat sembilan warga negara Indonesia yang ikut ditangkap dalam misi GSF. Empat di antaranya adalah jurnalis.
Lebih dari selusin warga negara Irlandia juga berlayar dalam misi GSF, termasuk saudari dari Presiden Irlandia Catherine Connolly. Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin menyebut pencegatan kapal-kapal itu di perairan internasional oleh Israel sebagai tindakan yang benar-benar tidak dapat diterima.
GSF tersebut mendesak pemerintah dan para pemimpin dunia untuk menuntut pembebasan segera dan tanpa syarat bagi para aktivis serta memastikan mereka segera memperoleh bantuan hukum dan konsuler.
GSF memperingatkan adanya kekhawatiran serius dan mendesak terhadap keselamatan fisik para aktivis setelah sejumlah orang yang ditahan dalam pencegatan pada 30 April menggambarkan adanya pola penyiksaan, kekerasan fisik berat, dan kekerasan seksual oleh pasukan Israel. Israel membantah tuduhan tersebut.
Turki dan kelompok militan Palestina Hamas menyebut pencegatan Israel sebagai tindakan pembajakan. Italia, Spanyol, dan Indonesia meminta Israel membebaskan para aktivis dan menjamin keselamatan mereka.
Namun, Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap aktivis Eropa Saif Abu Keshek, Jaldia Abubakra Aueda, Hisham Abdallah Sulayman Abu Mahfuz, dan Mohammed Khatib yang menjalani misi GSF. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut mereka sebagai pihak yang pro-teror.
Badan pertahanan Israel yang mengawasi bantuan kemanusiaan ke Gaza mengklaim bahwa bantuan yang masuk ke wilayah itu sudah mencukupi, dengan sekitar 600 truk mengirimkan bantuan setiap hari, jumlah yang disebut setara dengan tingkat sebelum perang.
Namun, menurut laporan Program Pangan Dunia PBB, jumlah truk kemanusiaan dan komersial yang masuk ke Gaza menurun tajam pada Maret dibandingkan bulan-bulan sebelumnya setelah pecahnya perang dengan Iran. Rata-rata harian hanya 112 truk yang masuk selama Maret.
Blokade Israel terhadap Gaza
Aktivis Italia Daniele Gallina, yang berada bersama enam orang lainnya di sebuah kapal layar yang berbelok menuju pelabuhan di Siprus karena masalah teknis, mengatakan dirinya dan para aktivis lain memandang misi mereka sebagai upaya membawa perhatian dunia terhadap kondisi di Gaza.
"Yang penting bukan hanya bantuannya, meskipun itu juga penting, tetapi perubahan yang diwakili oleh misi ini. Ini juga merupakan upaya menentang dukungan pemerintah kami sendiri terhadap kebijakan-kebijakan tersebut," kata Gallina kepada The Associated Press.
GSF sepenuhnya damai, kata Gallina, dan tindakan militer Israel menunjukkan bagaimana hukum internasional kini secara terbuka diabaikan, terutama terhadap misi sipil damai yang tidak membawa senjata.
Ia mengatakan dirinya dan para aktivis lain tetap bertekad melanjutkan aksi mereka hingga berhasil mencapai Gaza.
Israel telah memberlakukan blokade laut terhadap Gaza sejak Hamas mengambil alih wilayah tersebut pada 2007. Otoritas Israel memperketat blokade itu setelah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel yang diklaim menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan lebih dari 250 orang disandera.
Israel menyatakan blokade tersebut dimaksudkan untuk mencegah Hamas mempersenjatai diri. Mesir, yang memiliki satu-satunya perbatasan dengan Gaza yang tidak dikendalikan Israel, juga sangat membatasi keluar-masuk wilayah tersebut.
Otoritas kesehatan Gaza mengatakan serangan balasan Israel setelah peristiwa 7 Oktober, menewaskan lebih dari 72.700 orang.