Shakira Bebas Tuduhan Penipuan Pajak, Otoritas Spanyol Kembalikan Dana Rp 1,13 Triliun

Pengadilan Spanyol telah membebaskan penyanyi Shakira dari tuduhan penipuan pajak.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 20 Mei 2026, 06:00 WIB
Penyanyi Kolombia, Shakira, tampil dalam konser gratis di pantai Copacabana di Rio de Janeiro, Brasil pada 2 Mei 2026. (Pablo PORCIUNCULA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pengadilan Spanyol telah memerintahkan otoritas pajak negara itu mengembalikan 55 juta euro atau setara USD 64 juta kepada penyanyi Shakira setelah bebas tuduhan penipuan pajak. Jumlah dana itu setara Rp 1,13 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.730).

Mengutip BBC, ditulis Rabu (20/5/2026), pengadilan tinggi nasional telah membebaskan penyanyi Kolombia itu dari tuduhan penipuan pajak dan memerintahkan Departemen Keuangan untuk mengembalikan uang beserta bunganya.

Pengadilan mengatakan, otoritas pajak gagal membuktikan ia menghabiskan 183 hari di Spanyol pada 2011, jumlah minimal yang dibutuhkan untuk membayar pajak penghasilan di sana.

“Pengadilan "akhirnya meluruskan catatan" setelah menghabiskan delapan tahun "menanggung penargetan publik yang brutal, kampanye terorganisir untuk menghancurkan reputasi saya, dan malam-malam tanpa tidur yang pada akhirnya berdampak pada kesehatan dan kesejahteraan keluarga saya,” ujar dia.

Pengembalian tersebut termasuk sekitar 24 juta euro atau Rp 493,89 miliar (asumsi kurs euro terhadap rupiah di kisaran 20.580) (21 juta poundsterling) dalam pajak penghasilan dan hampir 25 juta euro atau Rp 514,4 miliar (22 juta poundsterling) dalam denda atas apa yang digambarkan oleh otoritas sebagai pelanggaran yang "sangat serius".

Badan pajak tersebut mengatakan akan mengajukan banding ke Mahkamah Agung dan bahwa tidak akan ada pembayaran yang dilakukan sampai putusan akhir dikeluarkan.

Bintang berusia 49 tahun itu tinggal bersama mantan pemain sepak bola Barcelona dan Spanyol, Gerard Pique, selama lebih dari satu dekade setelah dilaporkan bertemu pada 2010 saat syuting video musik untuk Waka Waka (This Time for Africa), lagu resmi Piala Dunia di Afrika Selatan.

Pengadilan Tinggi mengatakan denda tersebut tidak sah karena didasarkan pada asumsi bahwa Spanyol adalah tempat tinggal pajaknya untuk tahun fiskal 2011, "suatu fakta yang belum terbukti".

Pengadilan menyatakan bahwa penyanyi tersebut menghabiskan 163 hari di Spanyol pada tahun fiskal tersebut, 20 hari kurang dari ambang batas agar ia diklasifikasikan sebagai penduduk untuk tujuan pajak.

Kasus ini tidak melibatkan tahun pajak setelah 2011. Ini adalah salah satu dari beberapa kasus yang melibatkan Shakira yang diajukan oleh badan pajak Spanyol.

 

Kasus Pajak

Shakira (AFP)

Pada 2023, ia mencapai kesepakatan dengan jaksa Spanyol untuk menyelesaikan kasus penipuan pajak terpisah yang mencakup 2012-2014, tepat ketika ia akan diadili.

Kesepakatan tersebut berarti Shakira, yang membantah melakukan kesalahan apa pun, menerima enam dakwaan dan membayar denda 7,5 juta euro (6,5 juta poundsterling).

Jaksa ingin memenjarakannya selama delapan tahun dan mendendanya 23,8 juta euro (20,8 juta poundsterling) jika ia dinyatakan bersalah. Ia menyelesaikan kasus tersebut dengan mempertimbangkan kepentingan terbaik anak-anaknya

Pada 2024, pengadilan Spanyol dilaporkan menghentikan penyelidikan atas pembayaran pajaknya untuk tahun 2018 karena "kurangnya bukti". Putusan terbaru ini muncul saat Shakira akan mengakhiri tur dunianya Women Don't Cry Anymore dengan pertunjukan tetap di Madrid mulai September.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya