Liputan6.com, Oslo - Dinas keamanan dalam negeri Norwegia atau PST menangkap seorang warga negara China yang diduga terlibat dalam aktivitas intelijen ilegal di wilayah utara negara tersebut. Penangkapan ini menjadi kasus spionase besar kedua yang melibatkan warga China sepanjang Mei 2026.
Tersangka diamankan aparat kepolisian distrik Nordland dan kini telah ditahan berdasarkan perintah pengadilan setempat selama empat pekan untuk kepentingan penyelidikan, dikutip dari SCMP, Senin (18/5/2026).
Advertisement
Juru bicara PST, Eirik Veum, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun, otoritas Norwegia belum mengungkap detail terkait dugaan operasi intelijen yang dilakukan tersangka.
Sementara itu, pengacara tersangka, Tor Haug, mengatakan kliennya membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Kasus ini muncul hanya beberapa hari setelah PST menangkap seorang perempuan warga China pada 7 Mei lalu. Perempuan tersebut diduga melakukan pengintaian terhadap data satelit Norwegia melalui perusahaan yang disebut sebagai kedok operasi.
Dalam laporan penilaian ancaman keamanan terbaru, badan intelijen Norwegia menempatkan China dan Rusia sebagai dua negara dengan risiko spionase tertinggi terhadap Norwegia.
Otoritas keamanan Norwegia menilai kedua negara memiliki ketertarikan besar terhadap wilayah di sekitar infrastruktur penting dan fasilitas militer strategis di negara tersebut.