Sompo Indonesia Catat Laba Rp 135 Miliar

Kinerja keuangan Sompo Indonesia tumbuh positif pada 2025 didukung lini kendaraan, properti, dan kesehatan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 15 Mei 2026, 17:56 WIB
PT Sompo Insurance Indonesia (Dok Sompo Indonesia)

Liputan6.com, Jakarta - PT Sompo Insurance Indonesia mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan aset, laba bersih, hingga premi yang tetap solid di tengah tantangan industri asuransi.

Berdasarkan laporan keuangan audit perusahaan, total aset Sompo Indonesia tumbuh 13% menjadi Rp 4 triliun. Sementara laba bersih meningkat 10% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 135,3 miliar.

President Director & CEO Sompo Indonesia, Eric Nemitz, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga perlindungan kesehatan, kesejahteraan, dan keamanan finansial nasabah.

“Tahun 2025 menjadi tahun yang sukses bagi kami di tengah tantangan yang harus dihadapi oleh industri. Kami tetap berkomitmen kuat untuk memenuhi kebutuhan perlindungan aset dan kesehatan para nasabah serta mitra bisnis,” ujar Eric, Jumat (15/5/2026).

Di sisi bisnis inti, net written premiums atau premi neto tercatat naik 12% menjadi Rp 1,87 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang lini bisnis asuransi kendaraan, properti, dan kesehatan yang menyumbang sekitar 79% dari total premi perusahaan.

Secara keseluruhan, premi bruto Sompo Indonesia mencapai Rp 2,7 triliun sepanjang 2025.

Perusahaan juga mencatat tingkat solvabilitas yang kuat. Untuk asuransi konvensional, rasio solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) berada di level 240%, jauh di atas ketentuan minimum regulator sebesar 120%.

Dalam memenuhi kewajibannya kepada nasabah, Sompo Indonesia membayarkan total klaim mencapai Rp 853 miliar atau naik 25% dibandingkan tahun sebelumnya.

Nilai tersebut setara dengan pembayaran klaim sekitar Rp 71,1 miliar per bulan, Rp 2,3 miliar per hari, atau hampir Rp 98,7 juta setiap jam.

 

 

Sompo Indonesia Perkuat Bisnis Syariah dan Inovasi Produk

Kantor PT Sompo Insurance Indonesia.

Dari lini usaha syariah, Sompo Indonesia membukukan surplus underwriting dana tabarru’ sebesar Rp 31,9 miliar.

Perusahaan juga mencatat RBC sebesar 572% untuk dana tabarru’ dan 10.768% untuk ujrah, jauh melampaui batas minimum yang ditetapkan regulator.

Sejalan dengan aturan Otoritas Jasa Keuangan terkait pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS), Sompo Indonesia saat ini tengah menyelesaikan proses spin-off bisnis syariah.

Eric mengatakan perusahaan terus memperkuat inovasi produk dan layanan guna menjawab kebutuhan pasar yang semakin dinamis, termasuk pengembangan solusi perlindungan berbasis syariah.

“Sompo Indonesia berkomitmen kuat untuk menghadirkan solusi perlindungan yang inovatif dan relevan melalui pengembangan produk dan layanan, termasuk penawaran berbasis syariah,” kata Eric.

Menurut dia, langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat diferensiasi di tengah persaingan industri asuransi umum yang semakin ketat.

“Dengan fundamental keuangan yang solid, kami optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Eric.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya