Susuri Pantura Malam Hari, Pemudik: Takut Tapi Seru

Jalur Pantura Indramayu didominasi pemudik motor. "Kalau malam tidak macet seperti berangkat siang. Apalagi dingin."

oleh Silvanus AlvinDiterbitkan 04 Agustus 2013, 04:54 WIB
Malam hari adalah waktu untuk beristirahat melepas lelah. Namun, jelang Lebaran, kegelapan justru menjadi pilihan para pemudik untuk memacu sepeda motornya menuju kampung halaman. Agar tak kepanasan terpanggang matahari.

Pantauan Liputan6.com, Minggu (4/8/2013), di Jalan Raya Eretan Parean, Indramayu, ruas jalan didominasi oleh sepeda motor. Sebagian besar adalah pemudik, terlihat dari banyaknya barang yang mereka bawa.

Salah satunya pasangan Eko Yuliono dan Rosse Darmayanti. Mereka memulai perjalanan dari Tangerang pukul 17.00 WIB, dengan tujuan Pekalongan, Jawa Tengah.

Eko mengaku sengaja berangkat sore, menyusuri Pantura di malam hari, dan paginya dijadwalkan sampai tempat tujuan.

"Kalau malam tidak macet seperti berangkat siang. Apalagi dingin kalau malam," ujar Eko di SPBU Eretan, saat mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak.

Pria yang berprofesi sebagai  karyawan ini, sudah 4 kali berturut-turut mudik menggunakan sepeda motor. Bedanya, kali ini ia membawa pacarnya, Rosse, untuk dikenalkan pada orangtuanya.

Bagi Rosse, ini adalah yang pertama. Naik sepeda motor dan menyusuri Pantura di malam hari.

Apa kesan pertamanya? "Awalnya takut, tapi ternyata seru juga. Cuma pantat ledes (sakit) juga, duduk berjam-jam," kata Rosse.

Di SPBU Eretan, di mana antrean sepeda motor mengular untuk mengisi bahan kabar, juga tersedia pos pengamanan mudik.

Dari sana, polisi tak henti-hentinya mengingatkan pemudik sepeda motor untuk beristirahat bila lelah, menggunakan pengeras suara. Lebih baik istirahat sejenak daripada celaka. (Ein)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya