Daftar Takjil dan Jajanan Berbahaya yang Masih Beredar

Cek sejumlah makanan berbahaya yang disebutkan Badan pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

oleh Fitri Syarifah diperbarui 01 Agu 2013, 15:25 WIB
Badan pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menilai dalam tiga tahun terakhir, takjil dan jajanan buka puasa berbahaya mengalami penurunan. Walaupun begitu, BPOM akan terus mengawasi panganan berbahaya ini.

Seperti disampaikan oleh Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, Roy Sparringa ada beberapa contoh tajil berbahaya yang harus tetap diperhatikan masyarakat.

Contoh panganan berbuka berbahaya yang ditemukan BPOM yaitu:

1. Makanan yang mengandung formalin

"Mi basah paling sering ditemukan mengandung formalin. Saran saya, hindari makan mie kuning yang berwarna 'ngejreng'. Karena sangat berbahaya, mie basah sering digunakan pada bakwan, bakso, dan soto mie," ungkap Roy yang ditemui di kantor pusat BPOM, Kamis (1/8/2013).

Selain itu, ada sate ikan, siomay ikan, tahu, ikan asin, asinan, es cendol, es cincau, dan es pisang ijo.

2. Boraks

Boraks banyak ditemukan di bakso, es cendol, pempek, kerupuk, mi basah, dan rumput laut.

3. Rhodamin B

Bahan pewarna tekstil juga masih banyak ditemukan di panganan seperti mutiara, pacar cina, cendol delima, kolang kaling merah, es sirup, rumput laut, agar-agar merah, kerupuk merah, kue apem, dan sambal terasi.

4. Sakarin (pemanis buatan)

Sakarin banyak terdapat di es campur, es pisang ijo, kue lapis, dan talam.

(Fit/Mel)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya