IHSG Sepekan Tergelincir, Kapitalisasi Pasar Terpangkas jadi Rp 11.825 Triliun

Sejumlah sentimen internal dan eksternal telah bebani laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 11-13 Mei 2026. Ini kata analis.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 14 Mei 2026, 12:23 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan 11-13 Mei 2026. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan saham 11-13 Mei 2026. Pergerakan IHSG sepekan ini dipengaruhi sejumlah sentimen global dan domestik.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, (14/5/2026), IHSG turun 3,53% selama tiga hari perdagangan dan ditutup ke 6.723,32. Pada pekan lalu, IHSG naik 0,18 % menjadi 6.969,39. Kapitalisasi pasar juga terpangkas 4,68% menjadi Rp 11.825 triliun dari Rp 12.406 triliun pada pekan lalu.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG merosot 3,53% dan masih didominasi oleh tekanan jual. Dari sisi sentimen, pihaknya melihat sejumlah faktor. Pertama, rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi di 3,8% YoY, di mana akan membuat suku bunga the Federal Reserve (the Fed) akan cenderung higher for longer atau tinggi dalam jangka waktu lama. Kedua, memanasnya kondisi geopolitik Amerika Serikat-Iran mengenai gencatan senjata dan juga perundingan yang terjadi.

“Ketiga, rilis rebalancing MSCI Indonesia yang berisiko menimbulkan downweighting dan outflow dari pasar Indonesia,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Faktor keempat, rilis data inflasi China yang cenderung meningkat serta Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) Indonesia yang cenderung stabil. Kelima, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang berada di kisaran 17.500. “Faktor keenam, waktu perdagangan yang pendek,” tutur Herditya.

Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga merosot 0,56% menjadi 2,53 juta kali transaksi dari 2,55 juta kali transaksi pada pekan lalu. Lalu rata-rata nilai transaksi harian terpangkas 18,78% menjadi Rp 18,82 triliun dari Rp 23,05 triliun pada pekan lalu.

Rata-rata volume transaksi harian BEI juga terperosok 22,01% menjadi 35,76 miliar saham dari pekan lalu 45,86 miliar saham. Investor asing melakukan aksi jual saham sekitar Rp 3,21 triliun pada pekan ini. Hal ini berbeda dari pekan lalu yang mencapai Rp 12,6 triliun.

IHSG Sepekan Menguat Tipis, 3 Sentimen Ini jadi Pemicu

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis pada perdagangan saham 4-8 Mei 2026. IHSG sepekan turun didorong sejumlah faktor, salah satunya konflik Timur Tengah.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (9/5/2026), IHSG menguat terbatas 0,18% dan ditutup di 6.969,39. Kondisi ini berbeda dari pekan lalu, IHSG merosot 2,42% menjadi 6.956,80. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI naik 0,19% menjadi Rp 12.406 triliun dari pekan lalu Rp 12.382 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksono menuturkan, selama sepekan ini, IHSG menguat tipis 0,18% dan masih didominasi oleh tekanan jual pada pekan ini. Pergerakan IHSG tersebut dipengaruhi beberapa hal.

Pertama, rilis data makro Indonesia yang menunjukkan perbaikan, tetapi di sisi lain nilai tukar rupiah masih terdepresiasi atas dolar Amerika Serikat. Kedua, konflik Timur Tengah yang masih berkepanjangan, di mana perundingan Amerika Serikat-Iran yang belum menemui jalan tengahnya sehingga kembali meningkatkan kekhawatiran investor akan krisis energi.

 

 

Sentimen IHSG Lainnya

Pengunjung melintas di dekat monitor perkembangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka melemah sebesar 12,76 poin. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

"Faktor ketiga, ada rencana usulan pemerintah untuk menaikkan royalty minerba untuk meningkatkan penghasilan negara,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.

Di sisi lain, rata-rata frekuensi transaksi harian naik 9% menjadi 2,55 juta kali transaksi dari 2,34 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Rata-rata nilai transaksi harian melonjak 26,14% menjadi Rp 23,06 triliun dari Rp 18,27 triliun pada pekan lalu. Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI. Rata-rata volume transaksi harian menguat 23,57% menjadi 45,86 miliar lembar saham dari 37,11 miliar saham pada pekan lalu.

Selama sepekan, investor asing beli saham Rp 12,26 triliun. Pada pekan lalu, investor asing lepas saham Rp 7,06 triliun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya