Pesan Menyentuh Istri untuk Nadiem Makarim Jelang Sidang Tuntutan

Franka menyertakan tulisan panjang yang menggambarkan empat bulan terakhir yang dijalani keluarganya dalam mendampingi Nadiem Makarim.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 13 Mei 2026, 10:30 WIB
Ia menyebutkan bahwa 90% dari tim tersebut diambil dari internal kementerian berdasarkan rekam jejak mereka. Tampak dalam foto, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim (kiri), usai mengikuti sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (11/5/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Nadiem Anwar Makarim menapaki anak tangga Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Ia mengenakan batik yang dibalut rompi merah muda bertuliskan tahanan Kejaksaan Agung.

Kedua tangannya diborgol. Di kiri dan kanan, penasihat hukum serta petugas kejaksaan mengawal langkah mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu menuju ruang sidang.

Suasana di pelataran pengadilan telanjur riuh sebelum ia masuk ke gedung. Tepuk tangan pecah dari sekelompok pengemudi ojek online yang berdiri berkerumun sejak pagi. Mereka meneriakkan dukungan ketika Nadiem berjalan menuju ruang persidangan. Seorang mantan menteri terdakwa korupsi disambut seperti kawan lama

Di ruang sidang, kursi-kursi penuh. Sebagian besar diisi simpatisan, kawan-kawan lama hingga para pengemudi ojek online yang datang berombongan sejak pagi.

Dari bangku belakang, Franka Franklin duduk mengenakan pakaian putih. Pandangannya beberapa kali tertuju ke meja terdakwa.

Suasana berubah haru ketika hakim mengabulkan pengalihan penahanan dari rumah tahanan menjadi tahanan rumah. Air mata mengalir dari wajah Franka.

Momen itu kemudian muncul dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @frankamakarim.

Pesan Menyentuh Istri Nadiem Makarim

Franka menyertakan tulisan panjang yang menggambarkan empat bulan terakhir yang dijalani keluarganya dalam mendampingi Nadiem Makarim.

“Senin lalu adalah hari yang berat, tetapi hari yang penuh berkat. Selama empat bulan, kami berjalan di dalam proses ini, dengan segala ketidakpastiannya,” tulis Franka seperti dikutip, Rabu (13/4/2026).

Dia menyebut Nadiem berdiri dan berbicara bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan untuk hal-hal yang pernah diperjuangkannya. Kehadiran keluarga dan sahabat yang datang dari jauh, menurut dia, menjadi pengingat bahwa “kebenaran tidak berjalan sendirian”.

Di bagian akhir unggahan itu, Franka mengungkap rasa syukur atas izin pengalihan penahanan Nadiem menjadi tahanan rumah yang dikabulkan majelis hakim.

“Perjuangan belum selesai. Hari ini kami akan ada di sisinya, seperti yang selalu kami janjikan,” tulisnya.

Hari ini, Nadiem menjalani sidang tuntutan kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Sidang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya