Dewi Hughes: Anak-Anak Harus Diajak Nonton Film Jelek

Dewi Hughes, menuturkan perlunya orangtua mengajak anak-anak untuk menonton film jelek. Maksudnya?

oleh Julian Edward diperbarui 09 Jul 2013, 14:30 WIB
Dalam rangkaian 'Nonton Bareng Film Inspiratif 2013' presenter dan aktivitis anak, Dewi Hughes, menuturkan perlunya orangtua mengajak anak-anak untuk menonton film jelek. Maksudnya?

Program 'Persemaian Nilai Budaya - Nonton Bareng Film Inspiratif' baru-baru ini menyambangi Cimahi, Jawa Barat. Di kota itu, diputar tiga film Indonesia yang dibagi untuk tiga kategori, yakni 'Tanah Surga, Katanya' untuk sesi guru, 'Brandal - Brandal Ciliwung' untuk sesi siswa dan 'Surat Kecil Untuk Tuhan' yang diperuntukkan bagi masyarakat umum.

"Saya rasa orangtua harus terbuka dengan anak-anaknya. Jangan melarang anak-anak untuk nonton film di bioskop, karena itu hanya akan membuat mereka penasaran. Justru mereka harus diajak nonton film jelek, lalu pulang dan berdiskusi. Di kasih tahu kalau film itu abal-abal, baru ditunjukkan film yang bagus," ungkap Hughes.

Dengan begitu, selera generasi muda terhadap film berkualitas semakin membaik. Sehingga berujung pada kewajiban produser untuk membuat film yang lebih baik ketimbang horor berbalut adegan seks.

Tak hanya film, pola pendidikan seperti itu juga bisa diterapkan orangtua agar menghindari anak dari konten pornografi di internet.

"Saat anak-anak membuka content porno, hindari kata larangan. Justru harus diberikan pengertian, kalau melihat itu bisa bikin kecanduan, efeknya bisa begini begitu," jelas Hughes.

"Jadi bukannya marah-marah. Nanti anak jadi bingung kenapa sih mamanya marah-marah, penasaran jadi malah dibuka," Hughes menambahkan.

Dalam kesempatan itu, Hughes juga menjadi pengantar motivasi dan diskusi interaktif bersama tokoh perfilman Bustal Nawawi, produser film Ody Mulya Hidayat dan artis cilik Endy Arfian.(Jul/Mer)

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya