Pemkab Batang Bangun 3 TPS Reduce Reuse Recycle Senilai Rp 1,8 Miliar, Kelola Sampah 15 Ton

Pemkab Batang bangun tiga Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) sebagai upaya mengatasi darurat sampah di daerah itu.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 06 Mei 2026, 20:00 WIB
TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat. (Dok. Pemprov Jabar)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah (Jateng) membangun tiga Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di wilayah perkotaan dengan investasi mencapai Rp 1,8 miliar sebagai upaya mengatasi darurat sampah di daerah itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Rusmanto mengatakan, langkah ini sebagai bentuk memodernisasi tata kelola sampah serta mengatasi darurat sampah di daerah.

"Masing-masing lokasi TPS3R dialokasikan dana pembangunan sekitar Rp 600 juta yang sudah mencakup infrastruktur bangunan hingga penyediaan alat pengolah sampah," ujar Rusmanto, Rabu (6/5/2026) melansir Antara.

Menurut dia, pemerintah daerah telah memetakan lokasi-lokasi krusial di Kecamatan Batang guna memecah kepadatan sampah yang selama ini menumpuk di tempat pembuangan sementara.

"Tiga lokasi TPS3R yang berada di wilayah Kecamatan Batang yaitu berada di Kelurahan Kauman, Kasepuhan, dan Proyonanggan Selatan," papar Rusmanto.

Ia mengatakan, pemerintah daerah akan melakukan peningkatan status dari tempat pembuangan sampah biasa menjadi TPS3R dengan sentuhan estetika.

"Untuk TPS3R nantinya kita pakai kamuflase agar bangunannya nanti nggak terlihat langsung dari pinggir jalan. Nanti kita kasih seperti tanaman-tanaman untuk memagari," kata Rusmanto.

 

Mampu Kelola 15 Ton Sampah per Hari

Pelang TPS terlihat di kolong Tol Wiyoto-Wiyono, Sungai Bambu, Jakarta, Selasa (15/1). Kolong Tol tersebut berubah menjadi tempat penampungan sampah warga di 3 kelurahan sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Menurut Rusmanto, dengan hadirnya tiga TPS3R baru ini maka setiap lokasi diproyeksikan mampu mengolah hingga 15 ton sampah per hari.

"Hal ini akan menjadi solusi ampuh untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir Randu Kuning yang saat ini menerima kiriman 90 ton sampah hingga 100 ton sampah per hari," kata dia.

"Fungsi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Randu Kuning pun akan bertransformasi total seiring dengan larangan praktik pembuangan terbuka. TPA Randu Kuning itu sekarang mau kita ubah dari TPA menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)," jelas Rusmanto.

Infografis Jenis-Jenis Plastik yang Berpotensi Jadi Sampah. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya