Paket Calon Direksi BEI Ini Telah Daftar ke OJK

Dua paket calon direksi BEI yakni yang diisi Direktur Utama KPEI Iding Pardi dan Pjs Dirut BEI Jeffrey Hendrik telah ajukan pendaftaran ke OJK.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 05 Mei 2026, 10:22 WIB
Batas akhir pengajuan paket calon direksi BEI pada 4 Mei 2026. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Pemilihan direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) akan berlangsung pada Juni 2026. Seiring proses pemilihan itu, sejumlah calon paket direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mendaftarkan diri ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Salah satunya calon paket Jeffrey Hendrik yang mengisi kursi pejabat sementara Direktur Utama BEI. Calon paket direksi BEI Jeffrey Hendrik bersama Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy, Atep Salyadi Dariah Saputra, Irwan Abdalloh, Abdul Munim, RM Irwan, Haidir Musa.

"Sudah daftar, hari ini (Senin, 4 Mei 2026 terakhir pendaftaran,” ujar Irvan saat dihubungi Liputan6.com lewat pesan singkat, ditulis Selasa, (5/5/2026).

Selain itu, Direktur Utama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (Dirut KPEI) Iding Pardi juga telah mengonfirmasi pendaftaran calon paket direksi BEI ke OJK. “Iya, sudah, Rabu pekan lalu,” tutur Iding.

Adapun susunan paket calon direksi BEI yang telah dikonfirmasi Iding Pardi antara lain Direktur Utama KPEI Iding Pardi, Direktur PT Elit Sukses Sekuritas Zaki Mubarak, Kadiv Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono, Direktur KPEI Umi Kulsum, Mantan Direktur Utama Bumiputera Sekuritas Ahmad Subagja,Direktur Pefindo Biro Kredit Yohannes Liauw dan Direktur PT UBS Sekuritas Indonesia Andre Tjahjamuljo

 Seiring pengajuan calon paket direksi BEI ini, Iding menuturkan, pihaknya ingin pasar modal Indonesia tumbuh berkualitas dengan fondasi governance yang kuat.

Saat dikonfirmasi mengenai calon paket direksi BEI yang sudah mendaftar ke OJK hingga 4 Mei 2026, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan, Derivaitf dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi belum membalas pesan singkat.

OJK Resmi Terima Paket Calon Direksi BEI

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, i di Gedung BEI, Jakarta, Senin (27/4/2026). (Liputan6.com/Tira)

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi bahwa proses pendaftaran paket calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) telah berjalan. Hingga saat ini, sejumlah paket pencalonan sudah masuk secara resmi dan tengah menjalani tahap awal evaluasi administratif.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan bahwa meskipun batas waktu pengajuan belum berakhir, pihaknya telah menerima lebih dari satu paket calon direksi.

“Sudah ada, jadi sudah ada yang masuk ke kami secara resmi walaupun batas waktunya belum selesai ya,” kata Hasan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Hasan mengatakan, proses ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) BEI yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026.

“Batas waktu terakhir pengajuan calon Direksi Bursa Efek Indonesia yang RUPSnya dilaksanakan di akhir Juni sesuai ketentuan, kalau ditarik mundur itu di tanggal 4 Mei 2026. Sudah ada paket yang masuk,” kata dia. 

Lebih lanjut, Hasan menjelaskan batas akhir pengajuan paket calon direksi BEI adalah 4 Mei 2026. Saat ini, OJK tengah melakukan evaluasi awal terkait kelengkapan persyaratan administrasi dari paket yang telah masuk.

OJK Bentuk Pansel

Petugas saat bertugas di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, kata Hasan, OJK juga telah membentuk panitia seleksi (pansel) untuk menangani proses pemilihan ini. Pansel tersebut akan bertugas menilai kelayakan calon, baik dari sisi administrasi maupun kompetensi.

Tak hanya untuk BEI, OJK juga membentuk pansel untuk proses pencalonan direksi Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) serta komisaris Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Ketiga proses ini berjalan paralel sebagai bagian dari penguatan tata kelola infrastruktur pasar modal Indonesia.

“Kami sudah membentuk panitia seleksi untuk tiga proses dimaksud, baik untuk pencalonan Direksi Bursa Efek Indonesia, pencalonan Direksi KPEI, dan juga pencalonan komisaris KSEI,” ujarnya.

Setelah tahapan administrasi dinyatakan lengkap, proses selanjutnya adalah penilaian kemampuan dan kompetensi dari masing-masing kandidat yang diajukan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya