Rupiah Loyo terhadap Dolar AS Hari Ini 29 April 2026, Ekonom Bilang Begini

Berikut prediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah sentimen global.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 29 April 2026, 11:20 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) lesu pada Rabu pagi, (29/4/2026). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) lesu pada Rabu pagi, (29/4/2026). Sentimen global masih mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap kurs dolar AS, salah satunya negosiasi perdagangan antara AS dan Iran.

Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap kurs dolar AS turun 32 poin atau 0,19% menjadi 12.725 dari penutupan sebelumnya di 17.243 per dolar AS.

“Harga minyak terus meningkat sejak sesi Asia Selasa, 28 April 2026 didorong oleh mandeknya negosiasi perdamaian antara AS dan Iran. Akibatnya, kekhawatiran terhadap inflasi global semakin meningkat, sehingga menekan mata uang Asia, termasuk rupiah,” ujar dia.

Iran disebut menawarkan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz pada pekan ini, namun sebagian besar pihak di Washington skeptis terhadap proposal tersebut karena melibatkan penundaan pembicaraan tentang aktivitas nuklir di Teheran

Presiden AS Donald Trump sendiri tak senang dengan proposal terbaru Iran yang bertujuan untuk mengakhiri perang. Sumber-sumber Iran mengungkapkan proposal Teheran menghindari pembahasan program nuklir hingga permusuhan berhenti dan sengketa pelayaran di Teluk diselesaikan.

Mengutip Anadolu, harga komoditas juga menunjukkan tren beragam di tengah ketegangan akibat konflik AS dengan Iran yang belum terselesaikan, terutama akibat penutupan Selat Hormuz, sehingga memicu ekspektasi inflasi dan keputusan kebijakan moneter oleh bank sentral AS.

Ketidakpastian atas negosiasi perdamaian, kekhawatiran pasokan, dan biaya energi yang terus tinggi memicu perkiraan peningkatan inflasi global, yang berimplikasi terhadap kemungkinan The Fed dalam mengadopsi pendekatan lebih hati-hati ke depannya.

Sentimen lain berasal dari keputusan Uni Emirat Arab (UAE) menarik diri dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan OPEC+. Keputusan tersebut akan berlaku efektif mulai 1 Mei 2026.

“Semalam, UAE mengumumkan keputusannya untuk keluar dari OPEC dan OPEC+, yang menambah kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan geopolitik,” ujar Josua.

Berdasarkan faktor-faktor itu, rupiah akan bergerak di kisaran 17.200-17.325 per dolar AS.

Rupiah Menguat terhadap Dolar AS Hari Ini 28 April 2026, Sentuh Level Segini

Teller menunjukkan mata uang rupiah di bank, Jakarta, Rabu (22/1/2020). Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan penguatan nilai tukar rupiah yang belakangan terjadi terhadap dolar Amerika Serikat sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia dan mekanisme pasar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa, (28/4/2026). Penguatan rupiah terhadap dolar AS didorong kebuntuan resolusi perang antara Iran dengan AS.

Mengutip Antara, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 32 poin atau 0,19% menjadi 17.229 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level 17.243. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia bergerak ke level 17.245 per dolar AS dari sebelumnya 17.277 per dolar AS.

“Upaya untuk mengakhiri perang AS-Iran tampaknya terhenti, dengan jalur air penting Selat Hormuz masih sebagian besar tertutup, sehingga pasokan energi dari wilayah penghasil minyak utama di Timur Tengah tersebut tidak dapat diakses oleh pembeli global,” kata pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi dikutip dari Antara.

Iran disebut menawarkan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz pada pekan ini, namun sebagian besar pihak di Washington skeptis terhadap proposal tersebut karena melibatkan penundaan pembicaraan tentang aktivitas nuklir di Teheran.

Presiden AS Donald Trump tak senang dengan proposal terbaru Iran yang bertujuan untuk mengakhiri perang.Sumber-sumber Iran mengungkapkan proposal Teheran menghindari pembahasan program nuklir hingga permusuhan berhenti dan sengketa pelayaran di Teluk diselesaikan.

 

Sentimen The Fed

Teller menunjukkan mata uang rupiah di bank, Jakarta, Rabu (22/1/2020). Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan penguatan nilai tukar rupiah yang belakangan terjadi terhadap dolar Amerika Serikat sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia dan mekanisme pasar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

"Ketidakpuasan Trump terhadap tawaran Iran membuat konflik tersebut buntu, dengan Iran menutup arus pelayaran melalui Selat Hormuz, yang biasanya membawa pasokan setara dengan sekitar 20 persen konsumsi minyak dan gas global, dan AS tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran," ujar Ibrahim.

Pada pekan ini, dijadwalkan pula pertemuan Bank Sentral AS yang dinilai akan memberikan lebih banyak petunjuk tentang kebijakan moneter dan prospek inflasi dalam menghadapi gangguan akibat perang AS dengan Iran.

"The Fed juga diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada Rabu, 29 April 2026," ujar Ibrahim.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya