EBITDA GoTo Sentuh Rp 907 Miliar pada Kuartal I 2026

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat pertumbuhan EBITDA didorong peningkatan jumlah pengguna, volume transaksi serta ekspansi layanan pembiayaan.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 28 April 2026, 19:14 WIB
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merilis laporan keuangan kuartal I 2026. (Foto:GoTo)

Liputan6.com, Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan earning before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) grup yang disesuaikan naik 131% YoY menjadi Rp 907 miliar pada kuartal I 2026, yang mencerminkan langkah signifikan menuju pedoman EBITDA yang disesuaikan Rp 3,2-Rp 3,4 triliun.

"GoTo tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di angka Rp 3,2-Rp 3,4 triliun, meskipun mencatatkan kinerja yang kuat pada kuartal pertama tahun 2026. Hal tersebut mempertimbangkan ketidakpastian makroekonomi global yang terjadi saat ini,” kata Direktur Utama Grup GoTo, Hans Patuwo dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja GoTo Kuartal I-2026, di Kantor GoTo, Jakarta Selatan, Selasa (28/4/2026).

Hans mengatakan, pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan jumlah pengguna, volume transaksi, serta ekspansi layanan pembiayaan yang terus berlanjut.

Adapun jumlah pengguna bertransaksi bulanan (monthly transacting users/MTU) fintech GoTo mencapai 27,5 juta pada kuartal I-2026, naik 33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 20,6 juta. Kenaikan ini turut mendorong total nilai transaksi (GTV) yang meningkat tajam.

Secara keseluruhan, GTV tercatat sebesar Rp 230,2 triliun, tumbuh 66% YoY. Sementara itu, GTV inti mencapai Rp 130,6 triliun atau naik 72% YoY. Pertumbuhan ini ditopang oleh meningkatnya aktivitas di segmen pembayaran konsumen serta ekspansi basis pengguna yang terus meluas.

Tak hanya itu, nilai buku pinjaman juga mengalami peningkatan signifikan menjadi Rp 9,9 triliun, atau tumbuh 59% YoY. Hal ini menunjukkan tingginya permintaan terhadap layanan pembiayaan digital.

Pendapatan Naik Profitabilitas Makin Kuat

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: Goto)

Dari sisi keuangan, pendapatan bersih GoTo dari segmen fintech mencapai Rp 1,9 triliun pada kuartal I-2026, naik 58% dibandingkan Rp 1,2 triliun pada kuartal I-2025.

Sementara itu, EBITDA yang disesuaikan melonjak drastis hingga 674% YoY menjadi Rp 364 miliar, dari sebelumnya hanya Rp 47 miliar. Capaian ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat monetisasi layanan.

“EBITDA yang disesuaikan  tumbuh 674% YoY mencapai rekor Rp 364 miliar. Hal ini mencerminkan keberhasilan mempertahankan profitabilitas selama enam kuartal berturut-turut yang didorong oleh pertumbuhan pendapatan dan operating leverage,” ujarnya.

 

 

 

Laba Bersih Kuartal I 2026

Kantor PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Liputan6.com/Tira)

Adapun PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan tonggak sejarah baru pada awal 2026. Untuk pertama kalinya sejak berdiri, perusahaan teknologi ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp171 miliar pada kuartal I-2026.

"Pencapaian laba bersih untuk pertama kalinya dalam sejarah GoTo ini menjadi momen penting bagi kami. Hal ini mencerminkan kerja keras tim selama bertahun-tahun dalam mendorong pertumbuhan pendapatan, mengelola biaya secara disiplin, dan menciptakan nilai nyata bagi pelanggan kami, konsumen, mitra pengemudi dan mitra usaha,” kata Hans Patuwo.

Hans mengatakan, perjalanan GoTo berlanjut seiring dengan upaya perusahaan dalam mengakselerasi pertumbuhan melalui pengembangan produk yang sesuai kebutuhan pelanggan, melalui investasi secara berkelanjutan pada kemampuan bisnis yang akan membantu kami mewujudkan hal ini. 

“Kami berada dalam posisi yang baik untuk menghadapi situasi global saat ini, dan percaya bahwa GoTo dapat tetap memberikan layanan terbaik kepada jutaan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya