Viral Bocah 11 Tahun Kecanduan Hirup Bensin, Ada Kisah Pilu di Baliknya

Di balik perilaku yang mengkhawatirkan tersebut, tersimpan kisah hidup pilu sang bocah.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 28 April 2026, 18:41 WIB
Di balik perilaku yang mengkhawatirkan tersebut, tersimpan kisah hidup pilu sang bocah. (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan sosok H (11), bocah perempuan yang kerap terlihat di area parkir swalayan Kota Sukabumi. Dia di sana bukan untuk berbelanja, melainkan demi menghirup uap bensin dari kendaraan.

Di balik perilaku yang mengkhawatirkan tersebut, tersimpan kisah pilu mengenai kondisi keluarga dan kesehatan mental sang anak.

H diketahui merupakan seorang yatim piatu. Sejak kehilangan kedua orang tuanya, ia tinggal bersama kerabatnya di Sukaraja dalam kondisi ekonomi yang serba terbatas.

Statusnya sebagai siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) menunjukkan bahwa H memang membutuhkan perhatian khusus sejak awal.

"Anak H ini kedua orang tuanya sudah meninggal. Dia tinggal bersama saudaranya yang juga harus mengurus anak kecil lainnya, sehingga pengawasan terhadap H menjadi sangat sulit," ungkap Sekretaris Dinas Sosial (Dinsos) Kota Sukabumi Lulis Delawati, Selasa (28/4/2026).

 

Sering Kabur

Keterbatasan pengawasan membuat H sering kali meninggalkan rumah tanpa pamit. Tujuannya hampir selalu sama, mencari aroma bensin di pusat keramaian.

Kondisi ini membuat pihak keluarga merasa kewalahan hingga akhirnya sepakat menyerahkan proses penyembuhan kepada negara.

"Tetehnya atau saudaranya ini sebenarnya sudah kewalahan mengurus H. Dia suka kabur ke parkiran supermarket hanya untuk menghisap bensin, dan hal itu sudah diakui oleh keluarganya sendiri," lanjut dokter Lulis.

Setelah sempat ada penolakan dari pihak keluarga di masa lalu, Dinsos Kota Sukabumi akhirnya berhasil meyakinkan kerabat H pada Senin, 27 April 2026). Langkah ini diambil setelah hasil pemeriksaan medis di RSUD R Syamsudin Sh mengonfirmasi bahwa bocah itu menderita gangguan jiwa berat yang tidak bisa disembuhkan hanya dengan perawatan di rumah.

Kini, H tengah bersiap untuk dibawa ke Graha Harapan Difabel, Cimahi. Di sana, ia diharapkan mendapatkan kehidupan yang lebih layak, jauh dari paparan zat berbahaya, dan didampingi oleh tenaga profesional yang mampu memahami kondisi kejiwaannya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya