Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan jasa keuangan global Western Union berencana memasuki pasar stablecoin dengan meluncurkan aset digital berbasis dolar Amerika Serikat (AS) pada Mei 2026.
Stablecoin yang diberi nama USDPT ini menjadi bagian dari strategi besar perusahaan dalam mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam ekosistem pembayaran lintas negara.
Advertisement
Dikutip dari news.todayq, Senin (27/4/2026), USDPT dirancang sebagai jembatan antara sistem keuangan tradisional dan aset digital. Dengan teknologi ini, transaksi diharapkan menjadi lebih cepat, transparan, dan efisien dari sisi biaya.
Peluncuran ini juga akan didukung oleh pengembangan infrastruktur kripto yang lebih luas, termasuk Digital Asset Network serta kartu pembayaran berbasis dolar AS atau “stable card” yang dapat digunakan untuk transaksi sehari-hari.
Melalui inovasi ini, Western Union berupaya meningkatkan kualitas layanan remitansi, terutama di wilayah dengan akses perbankan terbatas namun memiliki kebutuhan tinggi terhadap transfer dana yang cepat dan murah.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Dorong Inovasi Pembayaran dan Saingi Fintech
Digital Asset Network yang dikembangkan Western Union akan menghubungkan dompet kripto dengan jaringan pembayaran global milik perusahaan. Hal ini memungkinkan pengguna untuk mengonversi aset digital menjadi uang tunai dan sebaliknya dengan lebih mudah.
Selain itu, kehadiran “stable card” membuka peluang baru bagi penggunaan stablecoin dalam transaksi sehari-hari, layaknya kartu debit atau prabayar.
Langkah ini menempatkan Western Union sebagai pesaing serius bagi perusahaan fintech maupun platform kripto yang telah lebih dulu menawarkan layanan serupa.
Masuknya Western Union ke pasar stablecoin juga sejalan dengan meningkatnya minat institusi terhadap solusi keuangan berbasis blockchain.
Di tengah perkembangan regulasi aset digital yang terus berubah di berbagai negara, perusahaan dinilai memanfaatkan pengalaman panjangnya dalam kepatuhan regulasi untuk menavigasi sektor ini dengan lebih percaya diri.
Jika peluncuran USDPT berjalan sukses, inovasi ini berpotensi menjadi tonggak penting dalam menjembatani sistem remitansi tradisional dengan keuangan terdesentralisasi, sekaligus mengubah cara pengiriman uang lintas negara di era digital.