Mentan Amran Pastikan Indonesia Lewati El Nino Godzilla, Ini Strateginya

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menuturkan, El Nino diprediksi berlangsung selama enam bulan.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 24 April 2026, 08:44 WIB
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan kembali soal ketahanan pangan di tengah kekhawatiran kemarau El Nino Godzilla. (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran) menegaskan kembali soal ketahanan pangan di tengah kekhawatiran kemarau El Nino Godzilla. Stok beras yang beredar dipastikan cukup untuk konsumsi 15 bulan ke depan.

Dia menerangkan, El Nino Diprediksi terjadi selama 6 bulan ke depan. Sementara itu, stok beras yang dikuasai pemerintah, misalnya, sudah mencapai 5 juta ton. Kemudian di hotel, restoran, kafe (horeka) sekitar 12,5 juta ton. Padi tanam siap panen (standing crop) diproyeksi mencapai 11 juta ton. 

"Total kalau tidak salah ini 28 juta. 28 juta itu setara (memenuhi kebutuhan konsumsi) 11 bulan. Sedangkan kekeringan itu 6 bulan. Artinya aman," kata Amran di Gudang Penyimpanan Beras Bulog, Karawang, Jawa Barat, ditulis Jumat (24/4/2026).

Tak hanya itu, dalam masa kemarau ini, Amran menjaga produksi pangan nasional. Hal tersebut didorong dengan berbagai strategi. Mulai dari optimalisasi lahan sawah, peebaikan irigasi pertanian, hingga pompanisasi ke sawah-sawah.

"Sekarang pada saat musim kering, kita masih berproduksi 2 juta ton per tahun. Karena ada irigasi. Ada sawah irigasi, pompanisasi jalan, irigasi jalan. Nah, itu berarti 6-12 juta ton," ungkapnya.

"12 juta katakan ya (cukup memenuhi kebutuhan) 4 bulan, 5 bulan. Berarti bisa sampai April tahun depan kekuatan pangan beras kita. Jadi, aman. Karena 11 tambah 4, ya 15 bulan," beber Amran.

Bakal Ekspor Beras RI

Sebelumnya, Amran Sulaiman menyatakan kesiapannya untuk mengirimkan ratusan ribu ton beras asli Indonesia ke negara lain. Menyusul, stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang sudah mencapai 5 juta ton per April 2026 ini.

Indonesia berhasil membalikkan keadaan dari pengimpor menjadi pengekspor beras. Titik balik dimulai sejak 2025 ketika RI tidak melalukan impor beras sama sekali. Amran mengatakan, 2.280 ton sudah diekspor ke Arab Saudi setelah 10.000 ton beras jadi bantuan bagi rakyat Palestina.

"Kita ekspor kirim ke saudara kita, Palestina, 10.000 ton," kata Amran saat peninjau gudang penyimpanan beras Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis, 23 April 2026.

 

 

Bisa Ekspor 500.000 Ton

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman Inspeksi Mendadak (Sidak) ke gudang beras Bulog Sub Divre Kediri.

Dia menjelaskan, saat ini Perum Bulog masih negosiasi ekspor beras ke Malaysia. Rencana awal, Malaysia akan membeli beras RI sebanyak 200.000 ton. Amran percaya diri bisa mengirim lebih banyak lagi dari angka tersebut.

"Kita sudah negosiasi melalui Bulog, mudah-mudahan 200.000 ton bisa kita ekspor. Jangankan 200.000, 500.000 (ton) pun bisa diekspor ke negara yang membutuhkan," tegas Amran.

Keyakinannya bukan tanpa sebab. Produksi dalam negeri yang meningkat dalam dua tahun belakangan ini menjadi alasannya. Alhasil, stoo cadangan beras RI tembus 5.000.189 ton, terbesar sepanjang sejarah. Angka tersebut telah melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat.

Ekspor Pupuk ke Australia dan India

Ilustrasi stok pupuk urea bersubsidi (Istimewa)

Selain beras, Amran juga mengungkap rencana ekspor pupuk ke berbagai negara. Australia berencana mendatangkan setidaknya 250.000 tohn pupuk urea dari Tanah Air.

"Pupuk kita sudah ekspor ke Australia. Perdana Menteri Australia menelepon Bapak Presiden, kita rencana 250.000 ton ekspor urea. Nanti kita lihat kalkulasinya," ujarnya.

Selain itu, India juga disebut meminta sekitar 500.000 ton. "Yang jelas, Dubes India juga langsung telepon saya minta 500.000 ton. Australia sudah mengambil. Kita harus bangga dengan negara kita," tandasnya.

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya