Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tengah membenahi tata kelola termasuk para pegawainya di tingkat pelayanan. Bahkan, dia tak segan untuk menindak tegas pegawai-pegawai nakal di Kementerian Keuangan yang tidak ikut aturan.
Dia menjelaskan, dalam upaya perbaikan pengumpulan pajak, misalnya, dilakukan pula penindakan terhadap barang impor ilegal. Namun, langkah itu masih menyisakan ruang-ruang kebocoran yang dimanfaatkan oknum.
Advertisement
"Saya lindungi market saya, market kita dari barang-barang ilegal, sudah mulai jalan tapi masih bocor sana sini, kata orang di lapangan masih bocor, tapi kita akan perbaiki terus," kata Purbaya saat Simposium PT SMI 2026, di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Dia menyadari, ternyata mengubah sistem tidak begitu mudah. Ada saja perilaku yang tidak sesuai dengan perintah awal dari atasan. Hal yang sama ditemukan Purbaya.
"Mengubah behavior system tidak semudah membalik telapak tangan rupanya, oh rupanya begitu, kalau di birokrasi, dikasih tahu A, di depan bilang 'siap pak', tidak dikerjain tuh sampai 3 bulan, dikasih tahu lagi, tidak dikerjain lagi, ketika digeser baru nangis-nangis," tutur dia.
Purbaya memastikan tindakan tegas itu bisa tersebar di seluruh level pegawai Kementerian Keuangan agar menjadi alarm kewaspadaan. Jika masih melanggar perintah, dia tak segan menindak tegas. Jika ternyata kinerjanya bagus, dia juga tak ragu untuk memberikan apresiasi hingga insentif.
"Jadi kita akan pastikan, message itu sampai ke seluruh birokrasi paling enggak di Departemen Keuangan ya, kalau saya suruh, kerjain, kalau enggak, siap-siap saja angkat koper. Tapi kalau kerjanya bagus, nanti kita kasih value atau penghargaan setinggi-tingginya, termasuk insentif," beber dia.
Tak Ragu Copot Pimpinan
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan komitmennya untuk membersihkan lingkungan Kementerian Keuangan dari praktik yang menyimpang, khususnya di Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai.
Bendahara negara ini, menyatakan tidak akan ragu mencopot pimpinan yang terbukti lalai mengawasi kinerja bawahannya hingga terjadi pelanggaran.
"Kalau sampai tersangka betul sampai level 1 di bawah pimpinannya, kita akan ganti terus sampai ke atas," kata Purbaya dalam Pelantikan Pejabat Kemenkeu, di Gedung Juanda 1 Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Perlu Ditindak Tegas
Menurut dia, kasus yang berulang di sektor pajak dan cukai menunjukkan perlunya langkah tegas agar kejadian serupa tidak terus terulang. Ia menekankan bahwa pembenahan harus dilakukan dari level paling bawah hingga ke jajaran pimpinan jika ditemukan adanya keterlibatan atau kelalaian pengawasan.
Menkeu Purbaya menegaskan, jika penyimpangan yang terjadi benar-benar menyeret pejabat hingga satu tingkat di bawah pimpinan, maka pergantian jabatan akan dilakukan hingga ke level atas untuk memastikan organisasi tetap bersih dan profesional.
"Engak bisa lagi kita bilang, oh saya nggak tahu itu di bawah saya terlalu jauh. Anda harus mengawasi itu," tegasnya.
Minta Pimpinan Awasi Anak Buah
Menkeu Purbaya mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar benar-benar mengawasi kinerja anak buahnya. Ia menegaskan bahwa alasan tidak mengetahui pelanggaran di level bawah tidak lagi bisa diterima sebagai pembenaran.
Menurut dia, tanggung jawab seorang pimpinan mencakup seluruh aktivitas yang terjadi dalam unit kerjanya. Jika pelanggaran terus terjadi, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh bawahan, tetapi juga oleh direktur jenderal hingga dirinya sebagai pimpinan tertinggi.
"Saya harap teman-teman yang berlantik mengawasi betul kinerja anak buahnya. Karena pada akhirnya kalau begini terus ya dirjen-dirjen dan saya juga kena. Nggak bisa lari. Tapi sekarang kita coba memperbaiki secepatnya," jelasnya.