Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak anjlok pada Jumat, (17/4/2026). Koreksi harga minyak dunia terjadi setelah Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghci menyatakan, Selat Hormuz sepenuhnya terbuka selama gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Ini meningkatkan harapan berkurangnya gangguan pasokan.
Mengutip CNBC, komentar Araghchi di media sosial menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan pada Kamis malam kalau perang di Iran yang dimulai pada 28 Februari, seharusnya segera berakhir.
Advertisement
Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Mei turun 11,1% menjadi USD 84,26 per barel. Harga minyak Brent terpangkas 10,5% untuk pengiriman Juni menjadi USD 88,95 per barel.
Dalam unggahan media sosial tersebut, Araghchi mengatakan kapal-kapal yang melewati jalur air penting tersebut harus berlayar melalui "rute terkoordinasi" yang ditentukan oleh otoritas maritim Iran.
Trump menanggapi pada Jumat dalam sebuah unggahan di Truth Social dengan mengucapkan terima kasih kepada Iran karena telah membuka selat tersebut. Namun, dalam unggahan media sosial kedua, ia mengatakan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap "BERLAKU PENUH" hingga AS mencapai kesepakatan dengan Iran.
Israel dan Lebanon sepakat pada Kamis untuk gencatan senjata 10 hari yang dimulai pukul 5 sore waktu setempat. Israel telah menyerang Lebanon dalam kampanye militer melawan Hizbullah, kelompok militan yang bersekutu dengan Iran. Konflik antara kedua kelompok tersebut telah menghambat negosiasi AS dengan Iran.
Trump mengatakan, dalam unggahan Truth Social Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun akan diundang ke Gedung Putih untuk apa yang ia gambarkan sebagai pembicaraan bermakna pertama antara kedua negara sejak 1983.
Ciptakan Kondisi Perdamaian
Departemen Luar Negeri AS mengatakan kedua belah pihak bertujuan untuk menciptakan kondisi perdamaian abadi, termasuk pengakuan kedaulatan bersama. Departemen tersebut mengatakan upaya tersebut mencakup peningkatan keamanan perbatasan dan menegaskan kembali hak Israel untuk membela diri.
Departemen tersebut juga mencatat kekhawatiran bersama atas kelompok bersenjata non-negara yang dapat merusak kedaulatan Lebanon.
Trump berharap Lebanon untuk "mengurus Hizbullah." Perkembangan ini meningkatkan harapan akan resolusi yang lebih luas untuk konflik Timur Tengah.
Harga minyak mulai turun karena ekspektasi AS dan Iran dapat memperpanjang gencatan senjata mereka selama dua minggu lagi dan berpotensi melanjutkan pembicaraan untuk mengakhiri konflik, kata ING.
“Namun, pasar fisik semakin ketat setiap hari tanpa dimulainya kembali aliran minyak melalui Selat Hormuz,” kata analis ING dalam sebuah catatan.
Bahkan dengan memperhitungkan pengalihan jalur pipa dan pergerakan tanker yang terbatas, ING memperkirakan sekitar 13 juta barel per hari pasokan telah terganggu, angka yang dapat meningkat lebih lanjut di bawah blokade AS.