Belatung Ditemukan di Menu MBG Bone Bolango, Begini Penjelasan BGN

Makanan yang didistribusikan melalui SPPG Tihu itu awalnya terlihat normal. Tidak berbau, tidak mencurigakan, bahkan secara kasat mata tampak layak untuk santap

oleh Arfandi IbrahimDiterbitkan 16 April 2026, 16:11 WIB
Menu MBG berbelatung

Liputan6.com, Jakarta - Program makan bergizi gratis (MBG) yang seharusnya menyehatkan, kembali menawarkan kejutan tambahan. Kali ini bukan ekstra lauk, melainkan belatung di dalam menu ayam yang diterima siswa di Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo.

Koordinator Regional BGN Gorontalo, Zulkifli Taluhumala mengatakan makanan dalam kondisi baik saat didistribusikan ke sekolah. Masalah muncul karena makanan dikonsumsi melebihi batas waktu.

Standar yang ditetapkan, makanan MBG wajib dikonsumsi maksimal empat jam setelah dibagikan.

Dia bahkan juga mengingatkan bahwa makanan MBG memang tidak untuk dibawa pulang.

“Kalau dibawa ke rumah, kualitasnya tidak bisa dijamin. Kalau tidak mau dimakan, sebaiknya dikembalikan,” kata Zulkifli, Kamis (16/4/2026).

Informasi yang dihimpun Liputan6.com, makanan yang didistribusikan melalui SPPG Tihu awalnya terlihat normal.

Tidak berbau, tidak mencurigakan, bahkan secara kasat mata tampak layak untuk santap.

Namun, cerita berubah saat makanan itu dibawa pulang oleh seorang siswa. Mungkin karena masih kenyang, atau sekadar ingin makan lebih santai di rumah.

Beberapa jam kemudian, tepatnya malam hari, lauk ayam tersebut justru hidup kembali. Bukan karena segar, melainkan karena munculnya belatung putih yang bergerak di dalam daging.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya