Israel Dukung Jeda Perang Iran, tapi Serangan ke Lebanon Berlanjut

Berikut pernyataan PM Israel selengkapnya soal pengecualian jeda perang terhadap Lebanon.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 08 April 2026, 11:37 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, saat bertemu di Ruang Oval, Gedung Putih, Selasa (4/2/2025). (Dok. AP Photo/Evan Vucci)

Liputan6.com, Tel Aviv - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa ia mendukung keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Namun, menurut Israel, penangguhan tidak mencakup pertempuran melawan pasukan Hizbullah di Lebanon.

"Kantor Perdana Menteri menyatakan: Israel mendukung keputusan Presiden Donald Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu, dengan syarat Iran segera membuka kembali selat (Hormuz) dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, serta negara-negara di kawasan tersebut," demikian pernyataan dari kantor Netanyahu yang dipublikasikan via platform media sosial X.

"Israel juga mendukung upaya AS untuk memastikan bahwa Iran tidak lagi menjadi ancaman nuklir, rudal, maupun teror terhadap AS, Israel, negara-negara Arab tetangga Iran, dan dunia."

Pernyataan tersebut lantas ditutup dengan menyatakan, "AS telah menyampaikan kepada Israel bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, yang juga menjadi kepentingan bersama AS, Israel, dan sekutu-sekutu regional Israel, dalam perundingan yang akan datang. Gencatan senjata selama dua minggu tersebut tidak mencakup Lebanon."

 

 

Celah Eskalasi

Sikap Netanyahu tersebut bertentangan dengan pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selaku mediator yang mengusulkan penangguhan serangan AS terhadap Iran.

Melalui platform X PM Sharif menyatakan:

 

"Dengan kerendahan hati yang sebesar-besarnya, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan AS, bersama sekutu-sekutu mereka, telah menyepakati gencatan senjata segera di semua wilayah, termasuk Lebanon dan tempat lainnya, yang BERLAKU SEGERA.

Saya dengan hangat menyambut langkah bijaksana ini dan menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kepemimpinan kedua negara, serta mengundang delegasi mereka ke Islamabad pada hari Jumat, 10 April 2026, untuk melanjutkan perundingan guna mencapai kesepakatan final dalam menyelesaikan seluruh perselisihan.

Kedua pihak telah menunjukkan kebijaksanaan dan pemahaman yang luar biasa, serta tetap terlibat secara konstruktif dalam mendorong terwujudnya perdamaian dan stabilitas. Kami dengan sungguh-sungguh berharap bahwa "Perundingan Islamabad" akan berhasil mencapai perdamaian yang berkelanjutan, dan kami berharap dapat membagikan lebih banyak kabar baik dalam beberapa hari ke depan."

 

Sementara itu, dalam pernyataannya, Trump sendiri tidak merinci soal Hizbullah. Berikut pengumuman Trump terkait penangguhan serangan terhadap Iran yang diumumkan Gedung Putih:

 

"Berdasarkan pembicaraan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta saya untuk menahan kekuatan destruktif yang akan dikerahkan malam ini ke Iran, serta dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara penuh, segera, dan aman, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah.

Alasan dari keputusan ini adalah karena kita telah mencapai dan bahkan melampaui semua tujuan militer, serta sudah sangat dekat dengan tercapainya kesepakatan definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah. Kami telah menerima proposal 10 poin dari Iran dan meyakini bahwa proposal tersebut merupakan dasar yang dapat digunakan untuk bernegosiasi.

Hampir semua poin perselisihan di masa lalu antara AS dan Iran telah disepakati, namun periode dua minggu ini akan memungkinkan kesepakatan tersebut untuk difinalisasi dan disahkan.

Atas nama AS, sebagai presiden, dan juga mewakili negara-negara di Timur Tengah, merupakan suatu kehormatan bagi saya melihat masalah jangka panjang ini hampir mencapai penyelesaian.

Terima kasih atas perhatian Anda."

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya