Liputan6.com, Jakarta - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa akses masyarakat untuk membeli rumah subsidi masih terkendala oleh Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Untuk itu, Maruarar pun terus melakukan diskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Ini sudah kelima kali kami ke sini. Selama ini kami bertemu masyarakat yang ingin membeli rumah subsidi, tetapi terhalang oleh SLIK,” ujar Maruarar di Kantor OJK, Senin (6/4/2026).
Advertisement
Keluhan serupa juga datang dari para pengembang perumahan yang tergabung dalam sejumlah asosiasi, seperti Real Estat Indonesia (REI), Apersi, dan Apernas, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Maruarar mengaku optimistis setelah mendapatkan respons positif dari pimpinan OJK terkait persoalan tersebut. Ia menilai langkah OJK menunjukkan komitmen dalam mendukung percepatan program perumahan nasional.
“Saya senang sekali hari ini dan akan melaporkan langsung kepada Presiden. Ketua OJK yang baru sangat respons terhadap masalah program 3 juta rumah, khususnya keluhan masyarakat berpenghasilan rendah dan para pengembang,” katanya.
Ia menambahkan, jawaban tegas dari OJK menjadi sinyal positif bahwa permasalahan terkait SLIK dapat segera diselesaikan.
“Dengan jawaban yang sangat tegas dan mantap, artinya satu masalah bisa diselesaikan dengan sangat baik hari ini,” ujar Maruarar.
Pemerintah berharap hambatan ini dapat segera diatasi agar masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, lebih mudah mengakses hunian layak melalui program rumah subsidi.
OJK akan Terbitkan Kebijakan Khusus Soal SLIK Rumah Subsidi
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap mengeluarkan kebijakan khusus terkait dengan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK demi mendukung rumah subsidi.
"Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan harapan dan permasalahan yang terjadi di lapangan terkait dengan SLIK. Kami menyambut baik apa yang disampaikan Pak Menteri dan kami Insya Allah akan mengeluarkan kebijakan khusus terkait dengan SLIK," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi di Jakarta melansir Antara, Senin (6/4/2026).
Friderica, atau akrab disapa Kiki, menjelaskan SLIK ini memiliki tujuan baik, bagaimana memberikan track record kepada pelaku jasa keuangan terkait dengan orang per orang, dan juga orang per orang bagaimana mereka bertanggung jawab terhadap perilaku mereka di sektor keuangan.
"Namun demikian, kami memahami apa yang menjadi concern tersebut sehingga kami akan menetapkan threshold informasi yang disampaikan dalam SLIK tidak dari nol. Kalau sekarang satu rupiah, dua rupiah, tiga rupiah pun ada. Jadi ini adalah satu upaya kita untuk mendukung program dari Presiden RI," katanya.
Kemudian Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) juga sangat terbantu apabila bisa memperoleh akses terkait dengan SLIK ini.
Kiki mengatakan OJK memandang BP Tapera sebagai lembaga negara yang tentunya sangat dipercaya untuk bisa juga mengakses SLIK ini untuk mempermudah, mempercepat untuk bisa membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk kemudian mendapatkan program dari perumahan tersebut. OJK siap mendukung hal tersebut.
"Terus kemudian terkait SLIK, dulu ada aduan dari teman-teman pengembang perumahan, kalau orang sudah melakukan pelunasan informasinya itu lama munculnya di SLIK, bisa 1,5 bulan kemudian. Ini kita ada penyesuaian secara teknis, kita pastikan nanti maksimal tiga hari," ujarnya.
Menurut dia, informasi tentang mereka sudah melakukan pelunasan atau perubahan di catatan keuangan di SLIK-nya itu akan bisa dilihat oleh para pengembang yang bisa disampaikan kepada bank untuk mereka boleh mendapatkan pembiayaan dan seterusnya.
"Tadi juga ada beberapa hal lain yang disampaikan Pak Menteri PKP, kami sambut baik dan kami hanya perlu proses untuk kami konsolidasi ke dalam dan akan kami sampaikan," tambahnya.
Target Terbit Pekan Depan
Kiki berharap kebijakan khusus terkait SLIK tersebut dapat disampaikan pada pekan depan. Pada intinya OJK mendukung program mulia dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk bagaimana program 3 juta rumah untuk masyarakat terutama dalam hal ini masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam kesempatan sama, Menteri PKP Maruarar Sirait menyambut baik rencana kebijakan khusus terkait SLIK OJK untuk mendukung rumah subsidi.
"Terus terang saya senang sekali hari ini dan saya akan laporkan langsung kepada Bapak Presiden RI bagaimana Ketua OJK yang baru sangat respons terhadap masalah-masalah untuk program 3 juta rumah. Khususnya keluhan daripada masyarakat berpenghasilan rendah dan para pengembang soal keberadaan SLIK OJK ini," kata Maruarar atau disapa Ara.