Trump Pecat Loyalisnya Pam Bondi dari Jabatan Jaksa Agung AS

Apa alasan Trump mencopot Bondi? Berikut pernyataan sang presiden AS.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 03 April 2026, 11:09 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pam Bondi pada 23 Maret 2026. (Dok. AP)

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memecat Jaksa Agung Pam Bondi, yang merupakan loyalisnya. Bondi dinilai gagal memuaskan Trump yang berfokus pada penuntutan terhadap lawan politik serta merasa frustrasi dengan rilis dokumen skandal seks Jeffrey Epstein yang sensitif secara politik.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump menulis, "Pam Bondi adalah Patriot AS yang Hebat dan teman setia, yang dengan setia melayani sebagai Jaksa Agung saya selama setahun terakhir. Pam melakukan pekerjaan luar biasa dalam mengawasi penindakan besar terhadap kejahatan di seluruh negara kita, dengan angka pembunuhan turun ke tingkat terendah sejak tahun 1900. Kami mencintai Pam, dan ia akan beralih ke pekerjaan baru yang sangat dibutuhkan dan penting di sektor swasta, yang akan diumumkan pada tanggal mendatang."

Trump menambahkan bahwa Wakil Jaksa Agung Todd Blanche akan menjabat sebagai jaksa agung sementara. Sementara itu, Lee Zeldin, mantan anggota Kongres dari New York yang kini memimpin Badan Perlindungan Lingkungan (EPA), disebut sebagai kandidat utama untuk menggantikan Bondi.

Dalam pernyataannya seperti dikutip dari The Guardian, Bondi mengatakan dirinya sangat senang berpindah ke peran penting di sektor swasta. Ia menambahkan, "Memimpin upaya bersejarah dan sangat sukses Presiden Trump untuk membuat AS lebih aman dan lebih terlindungi merupakan kehormatan seumur hidup dan dengan mudah menjadi tahun pertama paling konsekuensial dalam sejarah Kementerian Kehakiman AS."

Bondi menyatakan bahwa dalam pekerjaan barunya ia akan terus berjuang untuk Trump dan pemerintahannya.

Selama 14 bulan menjabat sebagai jaksa agung, Bondi memimpin pembersihan besar-besaran terhadap staf karier kementerian kehakiman, mengalihkan fokus dari penuntutan pidana ke kasus imigrasi, serta memimpin pembelaan terhadap berbagai perintah eksekutif Trump yang menghadapi tantangan hukum.

Namun, ia kemungkinan paling diingat karena memenuhi permintaan Trump yang disampaikan secara terbuka tahun lalu agar jaksa federal mengajukan tuntutan pidana terhadap musuh pribadinya. Dalam waktu tiga minggu, jaksa federal mendakwa James Comey, mantan direktur FBI, serta Letitia James, jaksa agung New York.

Jaksa federal selama masa jabatan Bondi turut mendakwa John Bolton, mantan penasihat keamanan nasional Trump, serta berupaya — namun gagal — meyakinkan dewan juri untuk mengajukan tuntutan pidana terhadap enam anggota Kongres setelah Trump secara publik menuduh mereka melakukan tindakan pemberontakan. Sementara itu, kementerian kehakiman terus menyelidiki pihak lain yang dianggap sebagai lawan Trump.

Bondi juga dikenal karena pernyataannya yang saling bertentangan terkait dokumen Epstein, yang turut mendorong desakan untuk merilis dokumen tersebut atas nama transparansi.

Dalam beberapa bulan terakhir, Trump dilaporkan semakin tidak sabar terhadap penanganan dokumen Epstein oleh Bondi, yang terus menjadi beban bagi Gedung Putih.

 

Tekanan di Kongres

Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih, pada 30 Januari 2026. (Dok. AP/Evan Vucci)

Dari pihak oposisi, Partai Demokrat menyatakan bahwa Bondi tidak dapat menghindari panggilan Kongres yang dijadwalkan akhir bulan ini terkait penanganan dokumen tersebut dan ia tetap diharapkan hadir di hadapan para anggota legislatif.

Robert Garcia, anggota senior Komite Pengawasan DPR, mengatakan, "Pam Bondi dan Donald Trump mungkin berpikir pemecatannya akan membebaskannya dari memberikan kesaksian di komite pengawasan. Mereka salah — dan kami menantikan untuk mendengarnya di bawah sumpah."

Berbicara kepada NBC, seorang juru bicara Komite Pengawasan DPR menyatakan bahwa ketua komite akan berdiskusi dengan anggota Partai Republik dan kementerian kehakiman mengenai status panggilan tersebut serta langkah selanjutnya.

Di sisi lain, Blanche yang kini menjabat sebagai pemimpin sementara kementerian kehakiman membela Bondi.

"Pam Bondi memimpin kementerian ini dengan kekuatan dan keyakinan dan saya berterima kasih atas kepemimpinan dan persahabatannya. Kami akan terus mendukung aparat penegak hukum, menegakkan hukum, dan melakukan segala yang kami bisa untuk menjaga Amerika tetap aman," ujarnya.

Bondi menjadi pejabat kabinet kedua, sekaligus perempuan kedua, yang diberhentikan dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, Trump memecat Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem pada 5 Maret setelah sidang Senat yang memicu kontroversi, di mana ia menolak menarik kembali pernyataannya yang membenarkan pembunuhan Alex Pretti dan Renee Good di Minneapolis. Menurut Noem, kematian mereka terkait dengan terorisme domestik.

Dalam sidang tersebut, Noem menghadapi pertanyaan tajam terkait kampanye iklan senilai 220 juta dolar, yang ia bersikeras telah disetujui oleh Trump.

Baik Bondi maupun Noem sebelumnya telah diajukan pasal pemakzulan oleh anggota Partai Demokrat di Kongres dengan tuduhan "kejahatan berat dan pelanggaran serius".

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya