Liputan6.com, Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatat kinerja keselamatan kerja tanpa kecelakaan fatal (zero fatality) sepanjang 2025.
Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan capaian tanpa kecelakaan yang menyebabkan kematian tersebut merupakan hasil penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang mengimplementasikan aspek budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan perusahaan.
Advertisement
“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang dimulai dari individu dan menjadi kebutuhan dalam setiap aktivitas kerja,” ujarnya dikutip dari Antara, Kamis (2/4/2026).
Vita mengatakan budaya keselamatan kerja menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan. Penerapan SMK3 SIG tidak hanya mendukung keselamatan pekerja, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi biaya dan produktivitas kerja sepanjang 2025.
Perusahaan juga memperkuat budaya keselamatan melalui program Visible Safety Leadership (VSL), yaitu keterlibatan langsung manajemen dalam mengawasi dan membina praktik keselamatan di lapangan.
Selain itu, SIG mengembangkan pendekatan Visible-Felt Safety Leadership (VFSL), yakni kepemimpinan keselamatan yang tidak hanya terlihat, tetapi juga dirasakan oleh pekerja untuk meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab bersama.
Implementasi keselamatan kerja di lingkungan SIG juga dilakukan melalui sejumlah program, antara lain penguatan aturan keselamatan kerja, pelatihan melalui Safety Academy, serta penerapan sistem manajemen keselamatan bagi kontraktor.
Atas capaian itu, SIG pun meraih Penghargaan Indonesia Best Companies in HSE Implementation 2026 “Prestasi ini merupakan hasil kerja keras dari tim seluruh insan SIG dalam meningkatkan budaya K3 dan menjadi motivasi untuk terus memperkuat implementasi SMK3,” kata Vita.
Cetak Laba Bersih Rp 190 Miliar
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG membukukan laba bersih senilai Rp190,84 miliar pada 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp719,76 miliar.
Capaian laba bersih tersebut berkat pendapatan perseroan yang senilai Rp35,24 triliun pada 2025, dibandingkan senilai Rp36,18 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.
“Melalui sejumlah inisiatif strategis, SIG mampu mempertahankan profitabilitas yang membuktikan ketahanan perusahaan dalam menghadapi kondisi pasar semen domestik yang masih melambat,” ujar Corporate Secretary SMGR Vita Mahreyni dikutip dari Antara, Kamis (2/4/2026).
Sementara itu, beban pokok pendapatan perseroan menurun tipis menjadi Rp28,17 triliun pada akhir 2025, dibandingkan senilai Rp28,25 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.
“Dari sisi biaya, efisiensi secara ketat dan peningkatan operational excellence secara berkelanjutan membantu perseroan menekan beban pokok pendapatan 0,3 persen (yoy) dan beban usaha (di luar beban operasi lainnya) yang turun 1,1 persen (yoy),” ujar Vita.
Transformasi Bisnis
Dia memastikan perseroan secara konsisten menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025, yang berfokus pada tiga strategi utama, yakni peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio.
“Strategi transformasi tersebut telah menunjukkan hasil positif di mana pada kuartal tiga dan empat tahun 2025, penjualan domestik SIG menunjukkan perbaikan yang berkontribusi terhadap total penjualan sepanjang tahun 2025,” ujarnya.
Ia melanjutkan, perseroan akan terus memaksimalkan potensi pasar regional untuk menjaga kinerja tetap positif di tengah kondisi pasar semen dalam negeri yang masih menantang.