Liputan6.com, Kota Meksiko - Pada 31 Maret 1986, pesawat milik Mexicana de Aviacion dengan nomor penerbangan 940 yang melayani rute Mexico City–Los Angeles jatuh di pegunungan Sierra Madre Oriental, dekat Maravatio, Michoacan, Meksiko. Sebagaimana tercatat dalam laporan resmi otoritas penerbangan Meksiko, seluruh 167 penumpang dan awak di dalam pesawat meninggal dunia.
Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Internasional Benito Juarez di Mexico City pada pagi hari. Beberapa menit setelah tinggal landas, awak melaporkan adanya masalah teknis.
Advertisement
Dalam waktu singkat, terjadi kebakaran di area roda pendaratan (landing gear) saat pesawat masih dalam fase awal pendakian, sebagaimana disebutkan dalam laporan investigasi Direktorat Jenderal Aeronautika Sipil Meksiko (DGAC). Kebakaran ini dengan cepat mengganggu sistem pesawat, termasuk jalur kabel dan komponen penting lainnya.
Kondisi tersebut membuat awak kesulitan mengendalikan penerbangan. Pesawat kemudian kehilangan kendali di udara sebelum akhirnya jatuh di wilayah pegunungan tersebut.
Penyebab Kecelakaan
Hasil investigasi menunjukkan bahwa kecelakaan ini berawal dari kegagalan pada ban roda pendaratan yang mengalami panas berlebih hingga meledak saat pesawat masih mengudara.
Ban tersebut diketahui diisi dengan gas yang tidak sesuai standar, yaitu udara biasa, bukan nitrogen murni. Sebagaimana dikutip dari laporan yang ditinjau oleh National Transportation Safety Board, dalam kondisi tekanan dan suhu tinggi, penggunaan gas ini meningkatkan risiko ledakan.
Ledakan di dalam kompartemen roda—yang berdekatan dengan kabel dan sistem penting pesawat—menyebabkan kerusakan pada sistem kelistrikan dan kontrol penerbangan, sekaligus memicu kebakaran yang kemudian meluas.
Investigasi juga mencatat adanya ketidaksesuaian dalam prosedur perawatan yang turut berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan.
Dampak dan Tindak Lanjut
Kecelakaan ini tercatat sebagai kecelakaan udara paling mematikan dalam sejarah Meksiko dan menjadi salah satu kasus penting dalam kajian keselamatan penerbangan.
Setelah peristiwa tersebut, dilakukan peninjauan terhadap berbagai prosedur keselamatan, termasuk standar pengisian ban pesawat dengan nitrogen, prosedur inspeksi dan perawatan, serta sistem perlindungan terhadap kebakaran di area roda pendaratan.
Organisasi seperti International Civil Aviation Organization kemudian menegaskan kembali standar keselamatan tersebut dalam pedoman penerbangan internasional.