Anggota TNI yang Gugur Diserang Israel di Lebanon Pernah Terima 2 Penghargaan Bintang Jasa

Prajurit TNI itu dari Yonif 113/Jaya Sakti, bernama Farizal Rhomadhon

oleh SupriatinDiterbitkan 30 Maret 2026, 12:13 WIB
Satgas Indonesian Battalion Kontingen Garuda UNIFIL (United Nation Interim Force In Lebanon) turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-73 di markas besar mereka di Lebanon. (screengrab video)

Liputan6.com, Jakarta - Prajurit TNI dari Yonif 113/Jaya Sakti, Farizal Rhomadhon, gugur akibat serangan artileri Israel saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan. Dia tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).

Informasi yang diterima Liputan6.com, Senin (30/3/2026), Farizal Rhomadhon pernah menerima dua tanda kehormatan, yakni Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun atas dedikasinya dalam tugas negara.

"Bintang jasa yang dimiliki SL Dharma Nusa dan SL Kesetiaan VIII Tahun," bunyi informasi tersebut.

Informasi yang sama menyebutkan, Farizal Rhomadhon meninggal dunia akibat serangan Israel pada Minggu, 29 Maret 2026, pukul 20.44 waktu Lebanon atau 01.40 WIB.

Insiden tersebut terjadi di Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan, saat almarhum tengah menjalankan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian PBB.

Prajurit kelahiran Kulon Progo, 3 Januari 1998 itu menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima di kesatuannya. Kepergian Farizal meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila (25), serta seorang anak perempuan, Shanaya Almahyra Elshanu yang masih berusia dua tahun.

Rencana pemakaman almarhum masih dalam koordinasi dengan pihak keluarga. Sementara itu, sejumlah hak juga akan diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan, di antaranya gaji terusan selama enam bulan, bantuan beasiswa anak, dana TWP AD, uang duka wafat, dana Watzah, serta biaya pemakaman.

 

Detik-Detik Israel Serang Kontingen Indonesia

Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan serangan artileri Israel menghantam markas yang digunakan oleh kontingen Indonesia dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di kota Adshit al-Qusayr, Lebanon Selatan.

Dikutip dari Yeni safak pada Senin (30/3/2026), Juru bicara pasukan PBB Candice Ardiel mengatakan, sebuah proyektil meledak semalam di lokasi PBB dekat Adshit al-Qusayr, menyebabkan beberapa pasukan penjaga perdamaian terluka.

“Sebuah proyektil meledak di posisi PBB, melukai sejumlah personel,” katanya, tanpa memberikan detail lebih lanjut tentang kondisi para korban luka.

Daerah tersebut terletak dekat dengan zona perbatasan yang rawan konflik antara Lebanon dan Israel. Baku tembak telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Insiden tersebut menggarisbawahi meningkatnya risiko yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian PBB yang ditempatkan di Lebanon selatan, sebuah wilayah yang telah berulang kali mengalami peningkatan ketegangan antara pasukan Israel dan kelompok-kelompok bersenjata.

UNIFIL, yang dibentuk untuk memantau gencatan senjata di sepanjang Garis Biru, mencakup kontingen dari berbagai negara, termasuk Indonesia, dan memainkan peran kunci dalam menjaga stabilitas di sepanjang perbatasan.

Pihak berwenang Israel belum memberikan komentar langsung mengenai serangan tersebut, dan rincian lebih lanjut tentang keadaan insiden tersebut masih belum jelas karena investigasi masih berlangsung.

Konfirmasi dari TNI

TNI mengonfirmasi satu prajuritnya yang tergabung dalam UNIFIL gugur dalam tugas di Lebanon Selatan. Satu prajurit TNI lainnya mengalami luka berat dan 2 lainnya luka ringan.

TNI yang gugur tersebut sedang bertugas sebagai penjaga perdamaian di pos jaga Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL), Minggu (29/3). Pos jaga yang berada di dekat Adchit Al Qusayr itu terkena serangan artileri di tengah konflik Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan.

"Kami mengonfirmasi adanya terdapat korban dari prajurit TNI, yaitu 1 orang meninggal dunia, 1 dalam kondisi luka berat, dan 2 luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Senin (30/3/2026).

Saat ditanya ihwal identitas prajurit yang gugur, Rico menyerahkan kepada Mabes TNI. “Itu ranahnya Mabes TNI,” tutur Rico.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya