BMKG Keluarkan Peringatan untuk Warga Potensi Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Sulut

BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang mengancam sejumlah wilayah perairan Sulawesi Utara (Sulut).

oleh Yoseph IkanubunDiterbitkan 30 Maret 2026, 11:15 WIB
BMKG mengingatkan warga agar waspada dan berhati-hati terhadap potensi gelombang tinggi hingga 7 Januari 2026. (Antara)

Liputan6.com, Jakarta - BMKG atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang mengancam sejumlah wilayah perairan Sulawesi Utara (Sulut).

Warga, khususnya para pelaku pelayaran, diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul prediksi tinggi gelombang yang mencapai 2,5 meter.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Bitung, Ricky D. Aror, menyatakan bahwa peringatan dini ini berlaku setidaknya hingga tanggal 31 Maret 2026.

"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga 30 Maret 2026. Kami mengimbau warga untuk berhati-hati saat melakukan aktivitas di perairan Sulawesi Utara dan sekitarnya," ujar Ricky di Manado, Minggu 29 Maret 2026.

Berdasarkan analisis BMKG, pola angin di wilayah Sulut saat ini dominan bertiup dari Timur Laut ke arah Tenggara. Kecepatan angin rata-rata terpantau berada pada kisaran 6 hingga 15 knot.

Ricky menjelaskan, kecepatan angin tertinggi berpotensi terjadi di beberapa titik krusial, yakni perairan utara Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan Kabupaten Kepulauan Talaud, wilayah Laut Maluku.

"Kecepatan angin di wilayah perairan tersebut dapat menyebabkan meningkatnya tinggi gelombang secara signifikan," tutur dia.

 

Harap Warga Waspadai Risiko Keselamatan

Ilustrasi cuaca ekstrem sebabkan gelombang tinggi di perairan.

Gelombang dengan kategori sedang (1,25 hingga 2,5 meter) diprediksi akan menyambangi wilayah-wilayah seperti perairan timur Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), perairan timur Kabupaten Kepulauan Sangihe, perairan timur, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Laut Maluku.

Terkait kondisi itu, BMKG secara khusus menitikberatkan perhatian pada keselamatan moda transportasi laut. Warga diminta memperhatikan ambang batas aman sesuai jenis armada yang digunakan.

"Kami berharap warga mewaspadai risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Nelayan harus memperhatikan jika angin di atas 15 knot dan gelombang melebihi 1,25 meter," kata Ricky.

Untuk kapal tongkang, waspadai angin di atas 16 knot, sedangkan kapal feri harus ekstra waspada jika angin mencapai 21 knot dengan gelombang di atas 2,5 meter.

"Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di pesisir diharapkan terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG guna meminimalisir risiko kecelakaan laut," jelas Ricky.

Infografis Deretan Wilayah Pesisir Berpotensi Banjir Rob dan Gelombang Tinggi. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya