Mayat Pria Ditemukan Tergeletak di Tepi Jalan Menuju Kampus Manado

Korban diketahui berinisial YM (50), seorang petani, yang merupakan warga Kelurahan Kombos Timur, Kecamatan Singkil, Kota Manado.

oleh Yoseph IkanubunDiterbitkan 27 Maret 2026, 12:32 WIB
Personel Polsek Mapanget tiba di lokasi sekitar pukul 10.55 Wita dan langsung melakukan pengamanan TKP serta pengumpulan bahan keterangan (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Warga Kota Manado, khususnya di Kelurahan Kairagi Satu, Kecamatan Mapanget, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat yang tergeletak di tepi jalan menuju Kampus Universitas Katolik (Unika) De La Salle Manado, Kamis (26/3/2026).

Peristiwa menghebohkan ini bermula saat seorang warga bernama Yeni melintas di ruas jalan tersebut sekitar oukul 10.30 WITA. Dia melihat ada sesosok mayat yang berada dalam kondisi tengkurap dan tidak bergerak.

"Saya kemudian menghubungi Ketua Lingkungan setempat, dan langsung menuju lokasi dan memastikan kondisi korban," ujarnya.

Sedangkan saksi lainnya, Mike yang juga pengemudi ojek online, mengungkapkan bahwa sebelumnya ia sempat melihat korban dalam posisi berlutut di pinggir jalan sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan tengkurap. Ia pun segera melaporkan kejadian tersebut melalui layanan darurat.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, personel Polsek Mapanget tiba di lokasi sekitar pukul 10.55 WITA dan langsung melakukan pengamanan TKP serta pengumpulan bahan keterangan.

"Tim Inafis Polresta Manado melakukan olah TKP guna memastikan identitas dan penyebab kematian korban," ungkap Kapolsek Mapanget Ipda Simson Songgigilang didampingi Kasie Humas Iptu Agus Haryono.

Korban diketahui berinisial YM (50), seorang petani, yang merupakan warga Kelurahan Kombos Timur, Kecamatan Singkil, Kota Manado.

 

Tak Ada Tanda-Tanda Kekerasan

Dia menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari hasil olah TKP oleh Tim Inafis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

"Korban diduga meninggal dunia akibat kelelahan, ditambah kondisi cuaca yang cukup panas saat kejadian,” ujar Kapolsek.

Dia menjelaskan bahwa luka pada bagian bibir korban diduga akibat benturan saat korban terjatuh ke permukaan jalan.

 

Keluarga Tolak Autopsi

Pihak keluarga korban, termasuk istri korban berinisial SM menyatakan menolak dilakukan autopsi serta tidak bersedia membawa korban ke rumah sakit.

"Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah duka di Kelurahan Kombos Timur untuk disemayamkan," ujarnya.

Kapolsek Mapanget juga menegaskan bahwa pihaknya tetap melakukan langkah-langkah Kepolisian berupa pengumpulan bahan keterangan guna memastikan peristiwa tersebut.

“Kami tetap melakukan pendalaman melalui pengumpulan bahan keterangan untuk memastikan penyebab kematian korban secara menyeluruh,” tuturnya.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya